Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mistik adalah konsep yang umum di semua agama dan sistem keagamaan untuk memenuhi keinginan manusia untuk merasakan kesatuan dengan Tuhan. Istilah mistik juga mengacu pada hal-hal yang tidak dapat dipahami dengan logika manusia.
Sebelum agama-agama masuk ke Indonesia, Nurish mengatakan, "Nusantara sangat kaya dengan mitologi". Orang-orang percaya pada mitos, legenda, dan cerita rakyat, lalu menganggapnya sebagai kebenaran.
Banyak warga Indonesia masih mengekspresikan iman atau kepercayaan mereka melalui berbagai tradisi dan warisan budaya zaman dahulu.
Menurut Nurish, bagi mayoritas masyarakat "kelas menengah ke bawah" tempat-tempat seperti Pamijahan ini menjadi tempat wisata religi yang menarik di tengah kesulitan mereka menjangkau ibadah haji yang biayanya sangat mahal.
Tahun ini saja, biaya umrah sudah mencapai Rp55 juta dengan waktu tunggu belasan hingga puluhan tahun.
"Silakan pergi ke gua di Pamijahan ini. Mungkin [biayanya] hanya beberapa puluh ribu atau beberapa ratus ribu paling mahal, misalnya. Dan itu memberikan kegembiraan tersendiri bagi mereka yang percaya bahwa mereka telah menjalani proses-proses ritual yang sangat berharga," ujarnya.
Menurut Nurish, ini tidak dapat dianggap benar atau salah, hitam atau putih. Apa yang dilakukan orang-orang di Gua Safarwadi merupakan bentuk ekspresi dan hak untuk berekspresi "telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945".
Saat tidak mengganggu pihak lain, dia berpendapat bahwa mereka tidak boleh dihakimi terlalu keras dan dianggap bukan rasional.
Nurish menyatakan bahwa orang-orang yang berpendidikan pun memiliki sisi irasionalnya sendiri.
Misalnya, ketika seseorang menulis karya tulis dan merujuk pada pemikir sebelumnya, hal itu juga "mirip" dengan fenomena di Gua Safarwadi, kata Nurish.
Editor : Pimred Laksamana.id
