"Pakai paspor tidak?"
Apakah ada kantor imigrasi di ujung gua?
Tapi tidak sedikit netizen yang menertawakan pengunjung Gua Safarwadi. Kontroversi ini menyebabkan dua organisasi Islam besar di Indonesia ikut memberikan pendapat.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengatakan keyakinan masyarakat Indonesia terhadap hal mistik masih kuat, sehingga masih banyak orang yang menerima hal-hal yang "tidak rasional" sebagai kebenaran.
"Di sini kita memerlukan dakwah pencerahan, agar masyarakat tidak terperangkap dalam kepercayaan yang tidak berdasar," ujar Dadang.
Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah dan ukhuwah, mengatakan bahwa gua lebih baik digunakan sebagai tempat rekreasi dan tempat untuk memahami alam semesta.
"Jangan percaya hal seperti itu. Untuk menuju Makkah harus melalui jalur resmi yang ditentukan oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi," kata Cholil Nafis kepada media.
Hanya di media sosial
Pada hari Minggu (23/02) pagi, arus pengunjung ke gua tidak pernah berhenti. Setiap rombongan yang masuk, ada rombongan lain yang mengikuti.
Mereka yang belum mendapatkan kesempatan masuk kemudian menunggu dan duduk-duduk di dekat pintu atau di warung yang ada di sekitar pos penjaga.
Terkadang aku mendengar panggilan azan dari mulut gua. Beberapa kali terdengar doa selawat.
Editor : Pimred Laksamana.id
