Scroll untuk baca artikel

Ramai-ramai mengunjungi gua yang 'tembus ke Makkah', mengapa orang-orang percaya?

Ramai-ramai mengunjungi gua yang 'tembus ke Makkah', mengapa orang-orang percaya?
Ramai-ramai mengunjungi gua yang 'tembus ke Makkah', mengapa orang-orang percaya?

Sepertinya ada suatu aturan tidak tertulis yang harus dipenuhi sebelum memasuki gua, yaitu mengumandangkan azan atau berselawat.

."

seperti yang terlihat dalam video yang beredar luas.

"Saya lahir di sini dan menjaga pintu masuk gua selama tujuh tahun, tidak pernah ada yang membaca doa talbiyah. Hanya ketika itu saja yang viral," kata Aep, penjaga pos masuk Gua Safarwadi mengungkapkan keherannya.

Pada masa lalu, ada sebuah cerita tentang Safarwadi yang berhasil mencapai Makkah yang berkembang dan dipercaya oleh warga Pamijahan secara turun-temurun.

Pengunjung asal Cirebon, Mirah, sudah percaya akan kisah itu selama beberapa dekade.

"Apa yang membuatnya baru viral sekarang?" tanya Aep penasaran, terutama dengan informasi yang dia katakan "relatif tidak akurat".

Lorong menuju Makkah dan "peci haji"

Syekh Abdul Muhyi dikenal sebagai salah satu pionir penyebaran agama Islam di Jawa Barat bagian selatan pada abad ke-17.

Menurut cerita, di gua ini Syekh Abdul Muhyi menyebarkan agama Islam kepada murid-muridnya dan melakukan ibadah puncak (bertapa).

Pada tahun 1730 Masehi, Syekh Abdul Muhyi meninggal dunia dan dimakamkan tidak jauh dari Gua Safarwadi, sekitar 800 meter.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini