Scroll untuk baca artikel

Kemeriahan Acara Tak Sejalan dengan Kondisi Jalan, Warga Kampunganyar Harus Patungan

Kemeriahan Acara Tak Sejalan dengan Kondisi Jalan, Warga Kampunganyar Harus Patungan
Kemeriahan Acara Tak Sejalan dengan Kondisi Jalan, Warga Kampunganyar Harus Patungan

Laksamana.id | Banyuwangi - Pemandangan yang mengundang tanda tanya besar kembali terlihat di tengah kehidupan masyarakat. Di saat berbagai kegiatan dan acara pemerintah dapat dikemas begitu meriah dengan anggaran yang tidak sedikit, warga Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, justru harus mengandalkan swadaya untuk memperbaiki jalan yang menjadi kebutuhan dasar mereka.

‎Dengan dana hasil urunan masyarakat, warga bergotong royong membeli material mengerjakan perbaikan jalan secara bersama-sama. Semangat kebersamaan itu patut diapresiasi. Namun, di balik kekompakan warga, muncul pertanyaan mendasar: mengapa masyarakat harus mengeluarkan uang sendiri untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang semestinya menjadi perhatian pemerintah?

‎Gotong royong merupakan bagian dari budaya masyarakat yang harus dijaga. Akan tetapi, ketika warga harus merogoh kocek sendiri demi mendapatkan akses jalan yang lebih layak, pemerintah tidak seharusnya sekadar menjadikan semangat swadaya sebagai alasan untuk berdiam diri.

‎

‎Kabupaten Banyuwangi selama ini dikenal aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan dan acara yang meriah. Namun, kemeriahan sebuah daerah semestinya tidak hanya terlihat dari panggung, hiburan, dan gemerlap penyelenggaraan acara. Ukuran keberhasilan pembangunan juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke jalan-jalan desa.

‎Di sinilah letak persoalan yang patut dikritisi.

‎Ketika masyarakat Kampunganyar harus urunan membeli material untuk memperbaiki jalan, publik berhak mempertanyakan sejauh mana prioritas pembangunan pemerintah daerah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar rakyat.

‎Apakah pembangunan hanya dinilai dari suksesnya penyelenggaraan acara dan ramainya kunjungan, atau juga dari kondisi infrastruktur yang digunakan masyarakat setiap hari?

‎Kritik ini bukan berarti menolak kegiatan maupun acara daerah. Namun, pemerintah harus mampu menunjukkan keseimbangan antara penyelenggaraan kegiatan seremonial dan pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat.

‎Sebab, jalan yang layak bukanlah kemewahan bagi warga, melainkan bagian dari kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kehidupan sehari-hari.

Editor : Pimred Laksamana.id
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini