Quinn (2021) menyebutkan bahwa Gua Safarwadi juga diyakini menjadi tempat pertemuan Wali Sanga, sembilan tokoh ulama yang sangat dihormati dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia.
Baca juga:
Para peziarah dan penduduk setempat percaya bahwa para Wali Sanga berkumpul di sana untuk bersembahyang setelah melakukan perjalanan melalui lorong-lorong bawah tanah dengan kecepatan yang luar biasa dari kota tempat tinggal mereka masing-masing.
Itulah sebabnya, selain "jalur menuju Makkah" ada juga beberapa jalur lainnya yang diyakini bisa menuju Cirebon, Surabaya, dan Banten.
Di luar kisah-kisah itu, Gua Safarwadi seperti gua-gua lainnya, gelap dan lembab. Di beberapa tempat, beberapa kelelawar menggantung di langit-langit.
Rondi, seorang pemandu, menunjukkan beberapa lokasi yang diyakini sebagai tempat Syekh Abdul Muhyi melakukan aktivitasnya.
Menggunakan lampu petromak, dia menuntun jalan dan menceritakan cerita tentang gua.
Tidak jauh dari pintu masuk, ada tetesan air yang oleh pengelola dan pengunjung disebut air Zamzam.
Rondi mengatakan, biasanya pengunjung mencuci mukanya dengan air itu, "berharap mendapatkan keberkahan yang sama seperti air Zamzam".
Di sisi kanannya, ada sebuah ruang yang diyakini sebagai tempat tinggal bertapa Syekh Abdul Muhyi.
Editor : Pimred Laksamana.id
