Scroll untuk baca artikel

Ramai-ramai mengunjungi gua yang 'tembus ke Makkah', mengapa orang-orang percaya?

Ramai-ramai mengunjungi gua yang 'tembus ke Makkah', mengapa orang-orang percaya?
Ramai-ramai mengunjungi gua yang 'tembus ke Makkah', mengapa orang-orang percaya?

Endah mengatakan, informasi yang ada dalam video viral tersebut telah dikonsumsi mentah-mentah oleh banyak orang dan dianggap salah.

Apa yang dikatakan Endang itu telah terbukti. Beberapa tahun yang lalu, ada pengunjung yang mencoba memasuki lorong itu. Tidaklah ia tiba di Makkah, melainkan dia mengalami kesulitan untuk keluar.

Setelah peristiwa itu, mulut lorong itu ditutup dengan pagar besi yang masih berdiri hingga saat ini.

Di sisi kiri lorong yang menuju ke Makkah, dipisahkan oleh dinding batu, terdapat sebuah ruangan yang diyakini sebagai tempat Syekh Abdul Muhyi mengajar murid-muridnya.

Di ruangan itu terdapat bagian langit-langit yang lebih rendah dari langit-langit lainnya. Orang-orang harus menunduk untuk dapat melewatinya.

Di langit-langit yang terbatas itu terdapat sembilan celah yang dikenal sebagai peci haji.

Pernah beredar kepercayaan bahwa orang-orang yang kepalanya pas di cekungan bisa melakukan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan haji.

Endang mengatakan itu hanya "pemahaman-pemahaman pengunjung". Kisah-kisah yang diceritakan secara turun-temurun harus ditanggapi dengan bijaksana, katanya.

Kami tidak pernah meminta maupun melarang [berkunjung ke gua]. Silakanlah jika sempat dan masih kuat untuk menikmati keindahan alam yang menciptakan Allah SWT, menurut Endang.

Hiburan di tengah kesulitan

Menurut Amanah Nurish, seorang ahli antropologi agama dan budaya dari Universitas Indonesia, fenomena yang terjadi di Gua Safarwadi bukanlah sesuatu yang aneh. Menurutnya, nenek moyang orang Indonesia telah lama dekat dengan hal-hal berbau mistik.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini