Hindari berolahraga pada pagi hari, seperti pukul 5 pagi, lalu tidak makan sampai jam 2 siang. Hal ini karena tubuh membutuhkan energi atau bahan bakar untuk mendukung latihan yang berat dan untuk pemulihan setelahnya.
11. Menyerah
Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika akhirnya kamu memutuskan untuk makan sebelum waktu jendela makan berakhir. Ini tidak berarti usaha kamu sia-sia. Berikan waktu untuk dirimu beradaptasi dengan puasa intermiten.
Puasa yang terlalu ketat dapat menyebabkan stres yang tidak perlu, jadi penting untuk menjaga fleksibilitas. Jika perlu, cobalah metode puasa intermiten yang lebih sesuai dengan kondisi tubuhmu. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan ahli gizi profesional untuk mendapatkan saran yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu.
12. Puasa saat menstruasi
Selama periode puasa yang lama, tubuh yang mengalami stres dapat mengalami kekurangan energi dan meningkatnya kadar hormon kortisol (hormon stres). Tingkat kortisol kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi, termasuk progesteron.
Sebanyak satu minggu sebelum menstruasi, kadar progesteron biasanya mulai menurun. Jika kamu memilih berpuasa dalam waktu yang lama, penurunan ini akan semakin signifikan.
Masalah tidur, kecemasan, dan depresi. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menjalani puasa panjang seminggu sebelum menstruasi.
Puasa intermiten juga dapat mempengaruhi usaha kehamilan, lho. Hal ini dikarenakan tubuh perempuan sangat sensitif dengan pembatasan kalori selama masa reproduksi. Jika seorang perempuan mulai mengalami kesulitan tidur, merasa dingin pada anggota tubuh, atau mengalami rontoknya rambut, kode ini mungkin bisa diartikan untuk berhenti berpuasa.
Progesteron memainkan peran penting dalam siklus menstruasi dan menjaga kehamilan pada awal kehamilan. Puasa yang lama dan terus-menerus dapat menurunkan kadar progesteron dan mempersulit proses kehamilan.
13. Kurang tidur
Yang perlu kamu hindari. Tidur memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mendukung proses menurunkan berat badan maupun komposisi tubuh. Namun, banyak orang malah mengabaikan pentingnya tidur saat memulai puasa intermiten yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kemajuan.
Solusi yang bisa kamu lakukan ialah tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Cobalah untuk membuat rutinitas sebelum tidur yang dapat membantu tubuhmu rileks dan hindari menatap layar setidaknya satu jam sebelum tidur. Pertimbangkan juga lingkungan tidurmu yang nyaman, sejuk, gelap, dan tenang.
Editor : Pimred Laksamana.id
