3. Minum minuman bersoda
Karbonasi dalam minuman bersoda dapat menutupi rasa lapar sementara, tetapi pada akhirnya bisa membuat kamu merasa sangat lapar saat waktu makan tiba, sehingga berpotensi membuat kamu makan secara berlebihan.
Selain itu, minuman bersoda juga dapat mengandung kafein yang akan memberikan efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa jenis kafeinnya dapat menghasilkan kecemasan dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis, sementara yang lainnya justru dapat menekan rasa lapar.
4. Kurang asupan air
Selanjutnya tentang asupan air. Secara umum, kamu disarankan untuk mengonsumsi sekitar 2 liter air setiap hari.
Air berperan penting dalam proses metabolisme tubuh dan memaksimalkan fungsi organ dalam tubuh. Mulai dari menjaga volum darah, mengatur suhu tubuh, hingga mengangkut nutrisi dan pembuangan limbah. Oleh karena itu, menjaga kelembaban tubuh juga membantu mencegah kamu mengira rasa haus sebagai rasa lapar.
Kamu dapat memilih camilan buah dan sayuran yang kaya air, seperti mentimun, seledri, semangka, pir, atau jeruk untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi tanpa mengganggu proses diet IF.
5. Kurang konsumsi protein dan serat
Mengonsumsi protein rendah lemak yang cukup, seperti putih telur, daging ayam, dan ikan, serta protein nabati dari kacang-kacangan dan biji-bijian dapat membantu kamu merasa kenyang lebih lama. Protein tidak hanya membuat kenyang, tapi juga berperan penting dalam menjaga massa tubuh yang aktif secara metabolik.
Jika ingin mendapatkan hasil yang optimal dari diet IF, pastikan untuk mengonsumsi makanan berprotein tinggi setidaknya empat kali selama periode makan. Serat yang terkandung dalam buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan dapat membantu mengurangi proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga kamu akan merasa kenyang dan penuh energi lebih lama.
Memilih makanan yang kaya protein dan serat juga akan memberikan vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan saat menyesuaikan kalori yang masuk.
6. Puasa yang terlalu ketat atau ekstrem
Untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan.
Diet ini tidak akan efektif jika hanya dilakukan dalam waktu singkat. Agar tetap konsisten, cobalah sesuaikan pola diet ini dengan rutinitasmu. Jangan ragu untuk mencoba berbagai metode puasa intermiten dan temukan yang paling sesuai untukmu.
Editor : Pimred Laksamana.id
