"Para dosen tidak dibayar dengan gaji yang cukup, apalagi jika mereka bekerja di Jakarta atau Universitas Indonesia," katanya.
Natasha memiliki pesan untuk para calon mahasiswa yang sedang berjuang masuk perguruan tinggi. Menurutnya, disiplin adalah hal yang sangat penting. Menurut Natasha, bukanlah ketidakmampuan mencapai tujuan yang sering menjadi hambatan bagi banyak orang, melainkan kesulitan untuk memulai.
"Tujuan pertama Anda tidaklah untuk menang, melainkan untuk memulai," katanya.
Dia memahami benar rasa para pejuang kampus impian, terutama mereka yang berasal dari SMA yang kurang populer. Ia menyatakan bahwa siswa yang berjuang dari SMA yang tidak terkenal akan merasa mereka berjuang sendiri.
Tapi dia mengingatkan bahwa banyak juga mahasiswa yang telah melalui hal tersebut dan berhasil. Natasha percaya bahwa kemajuan tidak harus selalu sesuai dengan target awal.
"Meskipun pada saat itu kamu mungkin memiliki standar atau jadwal kerja 6 jam sehari, tapi kamu hanya bisa menyelesaikannya dalam 4 jam, atau bahkan 2 jam, atau bahkan hanya 10 menit, itu tetaplah kemajuan," jelas Natasha.
Natasha kemudian menyebutkan bahwa rasa takut sering menjadi penyebab utama dalam menunda-nunda. Menunda-nunda tidak hanya karena sifat malas seseorang, melainkan sering kali merupakan strategi untuk melindungi diri dari rasa takut akan kegagalan atau ketidaksempurnaan.
Akan tetapi, ia menyatakan bahwa cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan terus maju, sekecil apa pun langkah yang diambil. Menurutnya, tidak ada pilihan lain selain melakukannya.
"Jadi, yang harus dilakukan adalah hanya melakukan saja," katanya.
Dengan prinsip itu, Natasha mengingatkan dirinya dan orang lain bahwa yang paling penting adalah memulai. Langkah kecil atau besar, langkah pertama selalu berarti.
Editor : Pimred Laksamana.id
