Scroll untuk baca artikel

Cerita Natasha Berhasil Masuk UI Jalur SNBP Setelah Berkali-kali Gagal

Cerita Natasha Berhasil Masuk UI Jalur SNBP Setelah Berkali-kali Gagal
Cerita Natasha Berhasil Masuk UI Jalur SNBP Setelah Berkali-kali Gagal

Bagi Natasha, memahami hak-hak sebagai warga negara merupakan hal yang sangat mendesak. Ia berpikir bahwa negara seharusnya memberikan kesejahteraan kepada warganya, terutama karena setiap warga negara sudah menjalankan kewajibannya.

Nilai-nilai Pancasila dan pembukaan UUD 1945 yang sering dibacakan pada upacara-upacara memperkuat kepercayaan bahwa keadilan sosial harus menjadi kenyataan yang benar-benar diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.

"Saya tidak salah jika saya menginginkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Saya yakin bahwa kita semua berhak menerima lebih. Saya, kita, semua warga negara Indonesia patut mendapatkan kebijakan yang terbaik," katanya.

Setelah merasa percaya diri di UI, Natasha mulai mencari organisasi yang sesuai dengan minatnya di bidang kebijakan publik dan penelitian.

Organisasi pertama yang diikuti oleh Natasha adalah Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter UI, sebuah organisasi yang didirikan oleh Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Sebagai mahasiswa baru, Natasha melakukan magang selama 6 bulan di sana sebelum menjadi staf tetap di divisi analisis dan penelitian.

Baca juga:

Natasha berpindah dari FPCI ke Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HMIP) UI sebagai Kepala Departemen Keilmuan. Ia memilih HMIP karena lebih tertarik pada kebijakan domestik negara daripada kebijakan internasional. Di HMIP, dia fokus pada akademik mahasiswa, melakukan mentoring dengan alumni, belajar bersama, dan mengelola perpustakaan digital.

Selain itu, Natasha juga terlibat dalam berbagai kegiatan di luar organisasi, seperti mengadakan kompetisi seni politik bagi siswa SMA, berpartisipasi dalam acara Model Indonesian Parliament di DPR, dan berpartisipasi sebagai relawan di Gerakan UI Mengajar. Pengalaman belajarnya selama satu bulan di Blora, Jawa Tengah, menjadi salah satu pengalaman yang sangat berharga baginya.


Berikut adalah beberapa cita-cita dan pesan bagi calon mahasiswa:
"Selamat datang di perguruan tinggi! Kita berharap Anda dapat menemukan kesempatan ini sebagai kesempatan untuk berkembang dan berkembanglah menjadi individu yang lebih baik. Kami ingin Anda tahu bahwa Anda memiliki kebebasan untuk memilih jurusan dan program studi yang sesuai dengan minat dan bakat Anda. Kami akan memberikan Anda kesempatan untuk belajar dari para dosen yang berpengalaman dan berdedikasi. Kami juga akan membantu Anda untuk berkembang sebagai individu yang mandiri dan bertanggung jawab. Kami berharap Anda akan menjadi bagian dari komunitas yang dinamis dan kreatif, dan Anda akan memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada komunitas tersebut. Kami juga ingin Anda tahu bahwa kami akan memberikan Anda dukungan dan saran yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan Anda. Kami percaya bahwa Anda memiliki potensi yang besar untuk mencapai kesuksesan, dan kami berharap Anda akan menjadi contoh bagi orang lain. Kami juga ingin Anda tahu bahwa kami akan

Cita-cita Natasha adalah menjadi peneliti sosial, peneliti politik, analis, atau konsultan yang menggunakan data dan bukti untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun pernah berpikir untuk menjadi dosen, ia menyadari bahwa kondisi akademik di Indonesia belum memenuhi harapan, terutama dalam hal kesejahteraan.

Baca juga:

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini