Di tengah ajakan untuk melarikan diri (#KaburAjaDulu) seorang mahasiswa generasi Z dari Depok malah memilih melanjutkan perjalanannya.
Dia memilih untuk berjuang masuk Universitas Indonesia (UI), salah satu universitas terbaik di Indonesia, untuk mewujudkan cita-citanya menjadi ahli kebijakan publik yang berfokus pada masyarakat, daripada mengejar kuliah di luar negeri.
Natasha Fazilla Putri Nugroho (20) adalah mahasiswa semester 6 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia.
Baca juga:
Natasha mengungkapkan bahwa keputusannya untuk terjun ke ranah kebijakan publik lahir karena ia sendiri merasakan pengaruhnya langsung dari kebijakan publik yang ditetapkan pemerintah Indonesia terhadap kelas masyarakat yang sama seperti dirinya sendiri.
"Aku merasa bahwa aku berasal dari latar belakang yang menengah, yang sangat rentan terhadap perubahan kebijakan publik. Karena itu, orang-orang seperti aku akan terkena dampak jika kebijakan publik yang dibuat tidak tepat, tidak didasarkan pada data yang akurat, tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat, dan hanya dibuat secara sembarangan. Dampaknya akan sangat besar dan jelas akan mempengaruhi orang-orang seperti aku," ujarnya kepada laksamana.id melalui aplikasi perpesanan, Minggu (02/03/2025).
Kesedihan itu dimulai dari tempat tinggalnya sendiri di Depok, menurut Natasha yang dihiasi oleh kebijakan-kebijakan "aneh". Banyak peraturan yang dirasa tidak menyelesaikan masalah, tetapi malah menambah masalah.
Baca juga:
"Saya ingat pernah ada kebijakan membaca Al-Qur'an selama wabah Covid-19. Bagiku, kebijakan itu terdengar tidak masuk akal. Yang seharusnya menjadi prioritas adalah tracing, vaksinasi, dan langkah-langkah medis lainnya," kata dia dengan tertawa, tapi tidak tersembunyi rasa kekecewaan yang terdalam.
“Terus, ada juga kebijakan lain, seperti wali kota yang membuat lagu untuk diputar di lampu lalu lintas di jalan Margonda. Katanya, tujuannya agar pengendara tidak stres saat macet, padahal yang seharusnya diselesaikan adalah penyebab kemacetan itu sendiri. Dari situ, aku merasa bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.” lanjutnya.
Editor : Pimred Laksamana.id
