Scroll untuk baca artikel

Pernyataan Ahok dan Eks Karyawan Soal Riva Siahaan Beda Jauh,Kebaikan dan Keburukan Bos Pertamina

Pernyataan Ahok dan Eks Karyawan Soal Riva Siahaan Beda Jauh,Kebaikan dan Keburukan Bos Pertamina
Pernyataan Ahok dan Eks Karyawan Soal Riva Siahaan Beda Jauh,Kebaikan dan Keburukan Bos Pertamina

Kejagung mengungkapkan, salah satu cara kejahatan tersebut adalah mengubah Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92) dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

Kejaksaan mengatakan bahwa pengoplosan bensin terjadi di depo-depo, yang melanggar regulasi yang berlaku.

"Modus yang saya sebutkan adalah RON 90 (Pertalite), tetapi dibayar dengan harga RON 92 (Pertamax) lalu dicampur," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Abdul Qohar, dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Qohar mengungkapkan, tindakan para terduga pelaku itu menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 193,7 triliun.

"Wahai para pelaku korupsi, perbuatan Anda telah menyebabkan kerugian negara sekitar Rp193,7 triliun yang berasal dari berbagai komponen," kata Qohar.

Kejaksaan Agung menjamin bahwa semua bukti akan disampaikan kepada publik setelah proses penyidikan selesai.

"Saya yakin kita tidak akan tertutup, semua kita buka, semua kita sampaikan kepada teman-teman wartawan untuk diakses oleh masyarakat," ujarnya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar menegaskan temuan modus operandi BBM RON 90 diubah menjadi BBM RON 92 merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan dengan menggunakan bukti-bukti yang cukup.

"Modifikasi termasuk yang saya katakan RON 90 (Pertalite), tetapi dibayar (sebagai) RON 92 (Pertamax) lalu dicampur, dioplos, dan diblending," ujar Harli.

Ia menegaskan bahwa temuan tersebut berdasarkan penyelidikan atas produk BBM tahun 2018-2023, bukan pada saat ini.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini