Scroll untuk baca artikel

Pernyataan Ahok dan Eks Karyawan Soal Riva Siahaan Beda Jauh,Kebaikan dan Keburukan Bos Pertamina

Pernyataan Ahok dan Eks Karyawan Soal Riva Siahaan Beda Jauh,Kebaikan dan Keburukan Bos Pertamina
Pernyataan Ahok dan Eks Karyawan Soal Riva Siahaan Beda Jauh,Kebaikan dan Keburukan Bos Pertamina

Ahok mengatakan Riva seolah tidak takut padanya dan selalu mengulang kesalahan karena dirinya tidak memiliki wewenang memecat sebagai komisaris utama.

Sehingga, dia ingin, agar komisaris utama tidak hanya diberi wewenang untuk mengawasi, melainkan juga melakukan pengangkatan karyawan.

"Kenapa dia berani? Karena dia tahu, saya tidak bisa melepaskannya. Jadi, intinya kalau orang diberi kekuasaan untuk mengawasi, harus ada kekuasaan untuk melepaskan, itulah rahasia itu," katanya.

Kemudian, Ahok menanyakan kepada para pimpinan tertinggi Pertamina, seperti Riva, mengapa mereka masih dipertahankan sebagai pejabat di perusahaan negara itu, padahal sudah lama tidak digantikan.

"Apa yang bisa dilakukan untuk mengangkat orang yang begitu lemah ini?" tanya Ahok.

Mega Korupsi Pertamina

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan penetapan seseorang sebagai tersangka dan penahanan terhadap tujuh orang terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina, Subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada tahun 2018-2023 yang salah satunya bermodus mencampur atau mengoplos BBM kualitas RON 90 (Pertalite) menjadi RON 92 (Pertamax).

Tersangka keempat direktur PT Pertamina (Persero) dan tiga orang pemilik perusahaan swasta telah ditangkap dan ditahan oleh Kejaksaan Agung.

Empat orang senior di perusahaan PT Pertamina (Persero) itu termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan; Direktur Optimasi Bahan Baku dan Produk PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin; Wakil Presiden Pengelolaan Bahan Baku PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono; dan pejabat PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi.

Sementara itu, tiga orang dari kalangan swasta, yaitu pemilik saham mayoritas PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza; Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati; serta Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini