"Pak Jokowi terkenal sebagai seseorang yang diam, namun saat berbicara dia selalu membuat ketawa. Apa pun topik diskusi yang dibahas pasti menimbulkan tawa," tuturnya.
Sementara itu, mengenai ijasah Jokowi, Frono menegaskan bahwa penampakannya mirip dengan ijasah yang dimilikinya.
"Ijazah saya dapat disamakan dengan ijazah Bapak Jokowi. Kecuali nomor kelulusan yang berasal dari universitas dan fakultas, semua persis sama," katanya.
Untuk masalah tugas akhir, Frono menyebut bahwa semua mahasiswa seangkatan Jokowi mengetiknya dengan menggunakan mesin ketik.
Selanjutnya, pembuatan sampul serta halaman pengesahan hingga proses penjilidan dikerjakan di percetakan.
"Semua orang menggunakan mesin tik untuk membuat skripsinya, padahal komputernya udah ada sih tapi cuma sedikit yang bisa. Untuk sampul, halaman pengesahan, dan pembungkusan skripsi itu dicetak," jelasnya.
Frono juga menyebarkan informasi bahwa Jokowi merupakan alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada saat dia mendaftar pekerjaan bersama Gibran Rakabuming Raka, anak dari Wakil Presiden, yang bekerja di PT Kertas Kraft Aceh.
Namun, Frono menyebut Jokowi hanya bekerja di perusahaan itu untuk waktu yang singkat sebab istrinya, Iriana Jokowi, merasa tak nyaman tinggal di Aceh Tengah.
"Kami bertiga, Pak Jokowi, saya dan almarhum Hari Mulyono (adik ipar Jokowi) bareng-bareng masuk kerja."
"Sesudah Pak Jokowi menikah, sepertinya Ibu Iriana merasa tak nyaman sebab lokasi pangkalan utama ada di dalam hutan pinus diAceh Tengah. Setelah Pak Jokowi mengundurkan diri, hanya saya dan almarhum Hari Mulyono yang tetap bertahan," tutupnya.
Editor : Pimred Laksamana.id