Dia turut mengkritik pernyataan rismon yang ternyata adalah alumni UGM dari fakultas teknik tersebut.
" Kami amat menyayangkan penyebaran informasi keliru dari seorang dosen yang mestinya dapat membimbing dan mengedukasi publik melalui data yang berguna," ungkap Sigit saat hari Jumat (21/3/2025).
Sigit mengatakan bahwa sebaiknya Rismon tidak hanya menunjukkan ijazah dan skripsinya milik Jokowi, namun juga harus membandingkannya dengan ijazah dan skripsi mahasiswa lain yang lulus pada waktu yang bersamaan dari Fakultas Kehutanan.
Dia menyangkal pula tuduhan bahwa fon Times New Roman belum dipakai pada tahun 1985, yaitu ketika disertasi Jokowi diterbitkan.
Sigit mengatakan bahwa jenis huruf itu telah banyak dipakai oleh para mahasiswa pada tahun 1985, khususnya untuk halaman judul dan berkas kelulusan tugas akhir mereka.
"Kehadiran mesin percetakan di Sanur (yang sudah tutup) dan Prima mestinya dikenali oleh pihak terkait karena mereka juga berkuliah di UGM," katanya.
Di sisi lain, Sigit mengatakan penggunaan font Times New Roman hanya digunakan pada sampul dan lembar pengesahan Jokowi.
Sementara, isi skripsi Jokowi yang setebal 91 halaman tersebut ditulis dengan menggunakan mesin ketik.
Pembahasan tentang No. Ijazah Jokowi
Sigit pun turut berkomentar tentang nomor seri ijazah Jokowi yang dinyatakan tidak memakai klaster melainkan hanya berupa angka semata.
Editor : Pimred Laksamana.id