Dia menyebutkan bahwa penomoran ijazah di Fakultas Kehutanan pada masa tersebut mengikuti aturan khusus mereka dan belum terdapat penyamaan standar dari pihak universitas.
"Angka tersebut mengikuti urutan nomor induk mahasiswa yang diterima lalu diakhiri dengan FKT, yaitu singkatan dari nama fakultas," jelasnya.
Sigit mengkritik keras tuduhan oleh Rismon yang mencurigai ijazah serta skripsinya milik Jokowi itu.
Dia menambahkan pula bahwa Jokowi lulusan UGM dan pernah berpartisipasi aktif di lingkungan kemahasiswaannya pada masa tersebut.
"Harus dipahami bahwa ijazah dan skripsi milik Joko Widodo merupakan yang resmi. Dia memang pernah menjadi mahasiswa di institusi ini, sahabat sekelasnya sangat mengenali dia dengan baik, ia juga berpartisipasi dalam aktivitas kemahasiswaan (Silvagama). Selain itu, catatan akademinya mencantumkan dirinya telah mengambil banyak mata pelajaran, serta sudah menyelesaikan skripsinya; karenanya, ijazahnya yang diterbitkan oleh UGM adalah otentik," jelasnya secara tegas.
Anggota Cohort Jokowi Ikut Memberikan Pendapat
Seorang teman seangkatannya yang bernama Frono Jiwo juga ikut berkomentar mengenai tuduhan bahwa ijazah dan skripsinya dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, diduga palsu.
Dia mengatakan dengan tegas bahwa Jokowi masuk kuliah bersama dirinya mulai tahun 1980 dan lulus pada tahun 1985.
“Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” katanya.
Frono pun menyebutkan bahwa saat di kampus, Jokowi cenderung pemalu. Akan tetapi, bersama teman-temannya, Jokowi kerap membuat lelucon dan membangkitkan gelak tawa.
Editor : Pimred Laksamana.id