Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, ia meneruskan studi ke bidang kedokteran dan pada tahun 1884 berhasil lulus dari Universitas Amsterdam sebagai seorang dokter terdidik. Empat tahun berikutnya dia ditunjuk sebagai pengajar asisten untuk subjek anatomis, serta pada periode tersebut pula dirinya mengaruniai tali pernikahan bersama Anna Geertruida Lojenga.
Sebagai putra dari seorang apotekir desa, Dubois telah didorong untuk mencintai dunia sains, termasuk ikut serta bersama sang bapak dalam pengumpulan tumbuhan berharga di area sekitaran tempat tinggalnya. Selain itu, saat mendapatkan pendidikan menengah di HBS Roermond, dia juga sangat senang dengan aktivitas koleksi zoologi, mineralogi, petrografis, dan eksperimen laboratorium yang lain.
Pada tahun 1877, Dubois memutuskan untuk mengambil jurusan kedokteran dan berhasil menyelesaikan studinya. Meskipun demikian, ia tidak berencana untuk merintis praktek medis, melainkan lebih tertarik untuk fokus pada pengetahuan tentang alam.
Setelah bekerja sebagai asisten anatomi (1881), ia kemudian naik pangkat menjadi asisten Thomas Place. Pada periode itu pula, Dubois semakin tertarik pada fisiologi dan tujuannya mulai condong ke bidang morfologi.
Pada tahun 1885, Dubois memulai penelitian mandiri tentang struktur tubuh hewan berkerabat tulang. (larynx), untuk mendeskripsi perbandingan anatomis larynx Dari berbagai jenis grup hewan dengan penafsiran sejarah evolusinya yang diwakili oleh organ-organ tertentu. Namun, upayanya tidak mencapai hasil dalam bentuk karya tulis, salah satunya dikarenakan kekurangan dana dan bantuan subvensi, mengingat Belanda sedang berada dalam masa resesi ekonomi paling parahnya.
Berdasarkan sejumlah laporan, saat menyiapkan teks penelitian tersebut, terjadilah sebuah "perseteruan" berupa diskusi akademik di antara Dubois dan Fuerbringer. Dicurigai bahwa Dubois, yang cukup sensitif, tidak menyukai keinginan senior-nya untuk memodifikasi naskah hasil penelitiannya.
Dia marah besar karena tidak ingin dianggap sebagai "siswa" yang taat terhadap gurunya saja. Peristiwa itu mengubah pandanganannya tentang kepercayaan pada orang lain; dengan kata lain, ia jadi lebih paranoid jika karyanya berikutnya akan digunakan oleh pihak lain.
Setelah itu tidak lama, Dubois mengajukan diri sebagai dokter tentara Belandanya, bertujuan untuk pergi dari Amsterdam serta diutus ke Hindia Belanda. Pada tahun 1887, ia pun berlayar dengan harapan menemukan makhluk tersebut. missing link itu.
Dubois diposisikan di Sumatera, lalu memulai pekerjaannya dalam pembuatan berita:
Painan, 8 November 1888 ... sepertinya ada seorang dokter militer asal Bouveland... sudah menghasilkan beberapa temuan di dalam gua besar dan populer di Boea, wilayah Pajakoemboeh. Dia juga telah menjelajahi fosil hewan-hewannya serta tengkorak manusia. Informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, namun hal itu cukup untuk mendapatkan perhatian Anda....
Editor : Pimred Laksamana.id