Sungai serta gua pertama yang dikunjungi Dubois terletak di Pulau Sumatera, setelah itu perjalanannya berlanjut ke Pulau Jawa. Tahun 1889, ia menerima pengiriman satu buah fosil tengkorak yang ditemukan di Wajak, Tulung Agung, dari pihak B.D Van Reitschotten.
Fosil tersebut selanjutnya dipelihara dan diberi nama Homo wajakensis. Kemudiannya, Dubois meneruskan penyelidikannya ke berbagai tempat lain, antaranya Trinil dan Sangiran. Reputasinya bertambah pesat ketika ia menggali fosil kerangka kepala di Trinil tahun 1890, yang nanti akan mendapat namanya sendiri. Pithecanthropus erectus .
Pithecanthropus Erectus Merupakan contoh perdana dari petunjuk fosil hominid purba yang diketemukan di luar benua Afrika maupun Eropa. Dalam masa tersebut, Dubois melanjutkan pekerjaannya di medan dengan menggali beberapa lokasi, misalnya saja di daerah Sangiran, Jawa Tengah, serta Trinil pada pulau Jawa bagian timur.
Di antara tahun 1895 hingga 1900, Eugène Dubois diketahui telah menghasilkan 19 makalah saintifik yang berfokus pada Pithecanthropus erectus. Tahun 1897 menjadi titik penting dalam karirnya ketika dia menerima penghargaan gelar doktor honoris causa dari Universitas Amsterdam khususnya untuk prestasinya di lapangan botani serta zoologi.
Dua tahun setelah itu, Dubois mendapatkan predikat tambahan sebagai profesor geologi. Sesudah mempersembahkan banyak karyanya dalam bidang paleontologi serta geologi, Dubois meninggal pada tanggal 16 Desember 1940 di Venlo, Belanda.
Koleksi temuan paleontologinya serta dokumen-dokumennya disimpan di Naturalis yang berada di Leiden, Belanda. Tambahan lagi, sebuah area spesial pun diciptakan di Museum Het Ursulienen convent (yang merupakan Museum Internasional di Belanda) guna memamerkan sejarah keluarga, kehidupan, dan kerja Dubois.
Berawal dari The Missing Link Charles Darwin
Bagaimana Dubois akhirnya tiba di Indonesia sebenarnya memiliki hubungan yang kuat dengan teori yang diajukan oleh Charles Darwin mengenai the missing link .
Pada sekitar tahun 1830-1833, seorang ahli geologi dari Inggris yang bernama Charles Lyell (1787–1875) menyampaikan ide tersebut. Principles of Geology ,Terkait dengan aspek pembentukan Bumi yang tetap konstan. Segala hal yang terjadi pada zaman dahulu, juga masih berlangsung hingga saat ini.
Teori Lyell tentang uniformitarianism, Pada waktu tersebut, pandangan ini diperhitungkan sebagai sesuatu yang rasional menurut kelompok tertentu. Menurut pendapat mereka, kulit bumi bagian luar yang kita lihat saat ini terbentuk secara bertahap dan step-by-step melalui sebuah proses alamiah serupa dengan apa yang masih berlangsung pada zaman modern hari ini.
Editor : Pimred Laksamana.id