"Bumi ini telah menua, tidak hanya berusia satu ribu atau dua ribu tahun, tetapi sudah terbentuk sejak jutaan tahun yang lampau," demikian tertulis oleh Lyell.
Karya Lyell ini menggugah perhatian seorang muda bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Ia adalah pelajar kedokteran yang kemudian beralih ke teologi tetapi lebih tertarik pada studi fenomena alam.
Setelah itu, Darwin mengkhususkan diri dalam pengetahuan alam ketika ia bergabung pada perjalanan sains milik Inggris yang dilakukan menggunakan kapal HMS Beagle dari tahun 1831 hingga 1836. Selama periode ini, ia menjelajahi Patagonia, Tierra del Fuego, Chili, Peru, serta sejumlah pulau di Samudera Pasifik.
Setelah melakukan ekspedisi, Darwin digigit serangga yang menyebabkan dia tertular penyakit Chaga. Hal ini mengacaukan kesehatannya hingga usia tua.
Justru pada situasi seperti ini, Darwin semakin giat merumuskan catatan perjalanannya, dan ia melanjutkan untuk lebih dari dua dekade mengumpulkan laporan tentang aspek zoologi dan geologi dari penemuannya sepanjang petualangan tersebut, hingga akhirnya terbitlah sebuah buku. Asal Usul Spesies melalui Seleksi Alam, Tentang Pelestarian Kehidupan Tahun 1859 dia menyampaikan pandangannya bahwa semua organisme hidup — termasuk manusia — adalah setara, sebab melewati proses evolusi dari wujud awal yang lebih sederhana.
Maka tidak ada satu pun makhluk yang diciptakan dalam wujud saat ini seperti adanya. Evolusi dipengaruhi oleh lingkungan serta proses seleksi alami, akibatnya hanya mereka yang tangguh saja yang dapat bertahan hidup (teori ini dikenal juga sebagai teori tersebut). natural selection atau survival of the fittest - yang sesungguhnya tidak menjadi hal baru).
Akan tetapi, Darwin sangat menarik perhatian karena menyajikan data-data langsung dari riset medannya, sehingga teorinya menciptakan gempar dan dianggap sebagai "revolusi" dalam dunia sains, bahkan dipandang sebagai pemicu goncangan besar pada keyakinan agama waktu itu.
Teori Darwin juga menimbulkan gempar dalam kalangan publik lantaran dianggap sebagai sesuatu yang sensasional dan kontroversial. Banyak orang awam memahami bahwa teorinya menyiratkan pernyataan seperti " manusia berasal dari kera" atau "manusia tidak jauh beda dengan hewan".
Bisa jadi prinsip-prinsip Dasar Teori Evolusi Darwin yang menjelaskan kepercayaannya tentang ragam spesies hewan dan tumbuhan, sesungguhnya berevolusi dari bentuk-bentuk sebelumnya yang berbeda. Seperti dikemukakan oleh Darwin: Organisme setiap individu menciptakan biji atau benih dengan jumlah melebihi populasi generasi penerus mereka saat ini; populersebaran suatu spesies cenderung stabil sementara dalam pertempuran untuk bertahan hidup di antara para turunannya, banyak yang tidak berhasil.
Darwin menyadari kekurangan dalam teorinya dan mengakui, "Mengenai asal-usul manusia serta sejarahnya akan menjadi jelas di kemudian hari. Sebenarnya, aku merasa cemas untuk membeberkan fakta bahwa aku tidak sengaja telah mendukung perubahan pada suatu spesies. Aku yakin dengan pendapat ini karena ada begitu banyak fenomena yang bisa kami jelaskan melaluinya."
Editor : Pimred Laksamana.id