Scroll untuk baca artikel

Pemuda Tangguh dan Ngambek: Kisah Di balik Penemuannya Pithecanthropus erectus di Trinil

Pemuda Tangguh dan Ngambek: Kisah Di balik Penemuannya Pithecanthropus erectus di Trinil
Pemuda Tangguh dan Ngambek: Kisah Di balik Penemuannya Pithecanthropus erectus di Trinil

Siapakah orang yang berada di belakang temuan Pithecanthropus erectus di Trinil? Apa alasan sang penemu datang ke Pulau Jawa sehingga dapat menemukan hal tersebut?

laksamana.idOnline.com - Pithecanthropus erectus Diperkirakan bahwa makhluk tersebut berpindah dari daratan China menuju Indonesia. Bukti hal ini dapat dijumpai melalui penemuan Situs Houkoudian yang ada di dekat Beijing, tempat ditemukannya jumlah besar fosil manusia. Fosil-fosil tersebut menjadi bukti. Sinanthropus pekinensis atau Manusia Peking.

Sosok yang menemukan Pithecanthropus erectus Eugene Dubois lah namanya. Ia merupakan seorang paleoantropolog dari Belanda yang mengkhususkan diri dalam studi tentang asal-usul serta perkembangan spesies manusia melalui fosil dan geologi. Penelitiannya terfokus pada kajian prasejarah manusia di Indonesia.

Eugene Dubois menjadi terkenal saat menemukan fosil pertamanya di Trinil, Jawa Timur, tahun 1890. Penemuan tersebut selanjutnya disebut sebagai Pithecanthropus Erectus atau manusia Java.

Eugene dilahirkan pada tanggal 28 Januari 1858 di Limburg, Belanda. Ibunya berasal dari Belgia dan ayahnya bernama Jean Joseph Balthazar Dubois, yang merangkap sebagai apoteker. Pada usianya yang ke-13, Dubois memilih keluar dari bangku sekolah.

Ayahnya sebenarnya berharap agar ia melanjutkan jejak menjadi apoteker. Oleh karena itu, pada tahun 1877, Dubois mempelajari kedokteran di Universitas Amsterdam. Pada waktu yang bersamaan, ia juga menjabat sebagai pengajar anatomi di dua sekolah seni yang terletak di Risjksmuseum Amsterdam.

Seiring berjalannya waktu di kampus, Dubois mempelajari banyak hal terkait anatomi perbandingan serta laring hewan bertulang belakang, pengalaman ini akhirnya menuntunnya untuk merumuskan teori mengenai evolusi organ. Walau begitu, bidang ilmu yang paling dia gemari tetap adalah anatomi spesies manusia.

Eugene Dubois menghabiskan tujuh tahun dalam pendidikan kedokterannya. Ia berhasil mendapatkan gelarnya sebagai dokter pada tahun 1884. Pasca kelulusannya dari universitas, Eugene Dubois memulai petualangannya di alam terbuka guna mencari fosil ataupun jejak-jejak yang dia deskripsikan sebagai makhluk berada di pertemuan antara manusia dan simpanse.

Dubois pergi ke Indonesia sekitar pertengahan tahun 1880-an guna mewujudkan hasratnya menggali bukti-bukti fosil manusia prasejarah. Pada kira-kira tahun 1887, ia mulai menjelajahi tempat-tempat potensial di mana fosil-fosil itu bisa ditemukan, terutama di area-area mendekati Sungai dan Gua.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini