Hasilnya menunjukkan bahwa model 3DO secara umum akurat dan presisi dalam menghitung komposisi tubuh, namun terdapat perbedaan yang signifikan pada beberapa kelompok tertentu, terutama pada perempuan dengan berat badan rendah dan kelompok etnis tertentu.
Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa 3DO dapat menjadi alternatif yang dapat dipercaya untuk mengukur komposisi tubuh seperti yang dilakukan dengan DEXA, dan lebih baik dari mengandalkan hanya pada BMI saja.
BMI memang sering digunakan sebagai indikator awal untuk menilai status kesehatan seseorang. Namun, perlu diingat bahwa itu bukan satu-satunya acuan yang dapat menunjukkan kesehatan seseorang karena kondisi kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor lain.
Asupan nutrisi, aktivitas fisik, pengelolaan stres, dan pemeriksaan kesehatan secara teratur, perlu diperhatikan. Semua itu akan memberikan gambaran lebih jelas tentang kesehatan secara keseluruhan.
Orang yang teratur berolahraga, memiliki pola makan yang seimbang, dan kebiasaan hidup sehat, secara umum memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit meskipun berat badan mereka di luar kategori "normal".
Seseorang dengan indeks massa tubuh (BMI) normal tetapi memiliki kebiasaan merokok, pola makan yang tidak seimbang, dan kurang aktif secara fisik, lebih berisiko menghadapi masalah kesehatan.
Selain itu, riwayat kesehatan keluarga sangatlah penting. Beberapa penyakit turunan, seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi, memiliki faktor genetik yang signifikan. Mengetahui riwayat kesehatan keluarga dapat membantu seseorang dan tim kesehatan mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Jika Anda memikirkan tentang penilaian kesehatan, jangan hanya terfokus pada angka di timbangan atau hasil perhitungan indeks massa tubuh (BMI). Kesehatan adalah hasil dari kombinasi beberapa faktor yang saling berinteraksi.
Editor : Pimred Laksamana.id
