Scroll untuk baca artikel

Pasutri Prof. Agung dan Agustina Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM

Pasutri Prof. Agung dan Agustina Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM
Pasutri Prof. Agung dan Agustina Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM

Menurutnya, resistansi antimikroba muncul karena beberapa hal, antara lain penggunaan antimikroba (terutama antibiotik) yang tidak tepat, penggunaan antibiotik sebagai stimulan pertumbuhan pada hewan ternak dan produksi.

Penggunaan antibiotik secara meluas sebagai obat pencegahan penyakit dan infeksi sekunder.

"Saat ini pengobatan infeksi di dunia kedokteran hewan sangat bergantung pada penggunaan antimikroba, padahal Konsep One Health adalah pendekatan yang menyeluruh yang menggabungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk mengatasi tantangan kesehatan global," kata Prof. Agustina seperti dikutip dari laman UGM, Minggu (2/3/2025).

Baca juga:

Menurut Agustina, pendekatan lintas disiplin ilmu ini yang menjadikan konsep One Health sebagai metode yang paling relevan untuk mengatasi masalah Kesehatan Global.

Konsep pendekatan One Health sangat berguna dalam menangani penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. Contoh penyakit tersebut adalah flu burung, sindrom pernapasan akut parah (SARS), dan Covid-19, serta berbagai penyakit strategis lainnya seperti rabies dan antraks.

Menurut Agustina, farmakokinetik veteriner memiliki peran penting sebagai dasar pengaturan dosis obat hewan yang optimal, sehingga menghasilkan dosis yang efektif dan durasi pemberian obat yang tepat untuk membunuh mikroba secara menyeluruh.

Fungsi farmakokinetik bersama dengan farmakodinamika veteriner akan menghambat terjadinya Resistensi Antibiotik Mikroba (AMR) dengan memastikan mikroba akan mati dan mencegah terbentuknya strain resisten.

“Dari aspek keamanan pangan, peran farmakokinetik veteriner dapat menyediakan informasi mengenai kecepatan penghapusan, waktu paruh obat, waktu penghentian obat, serta menetapkan batas residu maksimum obat-obatan yang digunakan untuk kesehatan hewan agar aman dikonsumsi,” katanya.

Di bidang keamanan pangan, penggunaan terapi veteriner dengan obat hewan yang legal menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk memastikan efektivitas dan keamanan produk hewan yang dikonsumsi manusia.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini