Scroll untuk baca artikel

Disindir Prabowo,Siapa Raja Kecil Melawan Kebijakan Efesiensi Anggaran? Disebut Kebal Hukum

Disindir Prabowo,Siapa Raja Kecil Melawan Kebijakan Efesiensi Anggaran? Disebut Kebal Hukum
Disindir Prabowo,Siapa Raja Kecil Melawan Kebijakan Efesiensi Anggaran? Disebut Kebal Hukum

Dukungan Lainnya

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira melihat langkah penekanan anggaran pemerintah yang terkait dengan belanja seremonial, ATK, serta sewa kendaraan merupakan langkah yang positif untuk meningkatkan ruang fiskal.

"Contohnya, rapat dan seminar belanja memang bisa digantikan dengan rapat online, jauh lebih murah dan efektif," kata Bhima ketika dihubungi Tribunnews, Selasa (28/1/2025).

Dia mengatakan, bahwa peralatan militer bisa digantikan dengan tanda tangan dokumen secara digital dan ramah lingkungan juga tidak boros kertas. Sebab, selama ini beban belanja birokrasi cukup disorot karena menyumbang pelebaran defisit APBN dan tambahan utang pemerintah.

Di sisi lain, menurut Bhima, dampak negatif terhadap bisnis Meeting, Incentives, Convention, dan Exhibition (MICE) juga signifikan.

Banyak pelaku usaha MICE bergantung pada pendapatan dari acara-acara yang diselenggarakan pemerintah.

"Meskipun sudah berlalu pandemi, kondisi pendapatan dari sektor MICE belum sepenuhnya pulih. Kita khawatir ada risiko PHK di sektor jasa akomodasi dan makan-minum akibat efisiensi belanja pemerintah," kata Bhima.

Dampak ekonomi dari penurunan pendapatan sektor MICE mencakup potensi kehilangan lapangan kerja sekitar 104.000 orang. Dari sisi PDB, potensi MICE yang mengalami ancaman mencapai Rp103,9 triliun setidaknya.

"Tidak hanya harapan dari wisman dan wisatawan saja, dengan gejolak geopolitik dan ekonomi global, maka belanja pemerintah menjadi motor pemulihan sektor MICE. Namun, harapan itu pupus begitu ada efisiensi anggaran," kata Bhima.

Kontra

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini