Apalagi, bila efisiensi tidak sekadar mengurangi, namun memfokuskan sumber daya kepada sektor yang lebih berpengaruh besar terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
"Contohnya, anggaran yang dikurangi dari pos kementerian bisa dialokasikan ke program yang lebih utama, seperti pembangunan infrastruktur publik, bantuan sosial yang mengarah ke kelompok yang rentan, serta program pembuatan lapangan kerja," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (10/2/2025).
Masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung manfaat dari penghematan anggaran.
Penghematan anggaran dapat dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti bantuan sosial, subsidi energi, dan lain-lain.
"Kebijakan ini akan membantu mengurangi inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, sehingga masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang disebabkan oleh kebijakan fiskal yang terlalu ketat," kata Achmad.
Effisiensi anggaran juga membuka peluang untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan lebih banyak dana.
Dana yang diperoleh dari efisiensi dapat dialokasikan untuk meningkatkan dukungan bagi sektor usaha kecil, baik melalui subsidi bunga pinjaman maupun skema kredit yang lebih fleksibel.
Tanggapan DPR
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro, juga mendukung instruksi penghematan anggaran ini.
Politisi NasDem ini menilai bahwa pengelolaan anggaran yang efektif adalah kewajiban pemerintah untuk memastikan alokasi anggaran yang lebih maksimal.
Editor : Pimred Laksamana.id
