Ketika lekuk hutan di Sumatera hampir tidak tersisa lagi tanpa diteliti, cerita tentang penandaan orang pendek menjadi semakin sulit dipertahankan.
Berikutlah ulasan menarik tentang keberadaan makhluk yang menjadi misteri itu.
Penelitian Van Heerwarden
Pada tahun 1923, ahli zoologi Belanda yang berpengaruh pada era 1920-an dan 1930-an, Van Heerwarden, menyebutkan sebuah peristiwa tentang kontaknya dengan hewan yang bukan siamang maupun primata di Kerinci.
Pada saat itu, dia melaksanakan penelitian di dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, di Jambi, daerah Kerinci.
Dalam kisahnya, disebutkan bahwa Van Heerwarden menuliskan mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk dengan banyak bulu yang gelap.
Dia menggambarkan tingkat tingginya seperti tinggi umumnya anak berusia 3-4 tahun.
Akan tetapi, mereka memiliki wajah yang lebih tua dan berambut hitam sebahu.
Van Heerwarden menyadari bahwa mereka bukan milik suku siamang atau mamalia mamalia lain.
Mereka tidak hanya melihat prajurit yang mengenakan kulit hewan buas, tetapi juga menyadari bahwa makhluk itu secara bersamaan mengganggap mereka sebagai mangsa yang menakutkan, sehingga mereka melarikan diri dari penjuru-penjuru.
Editor : Pimred Laksamana.id
