Dalam buku The Travels of Marco Polo (1926), disebutkan "...nihniem atau yang sering dibawa ke India diciptakan di pulau ini (Java atau Sumatra)".
Entah itu secara naluriah atau dengan bantuan perangkat luar biasa, ia dapat mengubah bentuk tubuhnya sendiri sehingga menjadikan dirinya tubuh yang lebih tinggi.
Dalam kehidupan liar di Sumatera, terdapat seekor primata yang menyerupai monyet, tetapi ukurannya sangat kecil dan memiliki wajah yang menyerupai wajah manusia.
Ekornya kemudian dipotong dan semua bulu diubahkan dengan menggunakan krim pengelupas.
Mereka meletakkan rambut panjang lurus ke punggung monyet, lalu memasukkan ujungnya kefüh pori-pori kulit, sehingga melalui ekspansi dan kontraksi pori-pori serta kerutan kulit, rambut hidup tersebut memiliki tampilan merekah tanpa harus tumbuh dari rambut alami monyet.
Anggota tubuh seperti kaki, tangan, dan bagian badan lain yang tidak sesuai dengan bentuk manusia maka direntangkan, ditegangkan, dan dibentuk ulang sehingga terlihat seperti salah satu bagian tubuh manusia.
Marco Polo melanjutkan kisahnya.
Badan-badan monyet tersebut kemudian dikeringkan dan dibalsem menggunakan kapur cendana dan obat-obatan lain sehingga tampak seperti manusia.
Semua itu adalah tipuan. Karena tidak ada satu pun tempat di seluruh India atau di mana pun di seluruh dunia, manusia yang begitu kecil pernah ditemukan.
Catatan Marco Polo tentang orang kecil ini sebenarnya menyangkal keberadaan sosok píngmu yang tampaknya telah tersebar luas sejak awal abad ke-13.
Editor : Pimred Laksamana.id
