Dia memiliki ribuan pasukan ketika masih berdinas di lapangan.
Pengalaman sebagai prajurit Amerika Serikat tidak pernah dilupakannya.
Saat melaksanakan tugas pendidikan di Irak, ia sempat terlanggar tembakan.
Di sini, ulasannya berubah menjadi : Pada saat itu dia berada di sebuah ruang belajar.
Tetapi di luar ruangan, terdengar suara tembakan memancarkan irama yang teratur.
Rosita Baptiste yang akan memasang adapter laptop kemudian memalingkan kepalamu.
Pada saat bersamaan, peluru menancap di atas kepalanya.
Jika saja Rosita tidak menundukkan kepalanya, maka tubuhnya mungkin saja terkena peluru tersebut.
"Aku tak percaya waktu itu," tambahnya, sambil menceritakan.
Dia pernah tertidur tidur sambil duduk menahan senjata.
Editor : Pimred Laksamana.id
