"Saya mengenang masa sebagai kasir selama tiga bulan dengan upah 6 dollar dua puluh lima sen," kata Rosita.
Saat bekerja sebagai kasir, ia tidak hanya melayani pembeli, tetapi juga ikut membersihkan meja dan sisa makanan pelanggan.
Ia bahkan pernah membersihkan WC Burger King, meski tugas utamanya adalah bekerja sebagai kasir.
"Saya menangis, saya membayangkan kepadaku ibu saya di Jakarta, tak terbayangkan saya pergi ke Amerika untuk membersihkan toilet," kata Rosita.
Tetapi, semua itu tidak membuatnya kehilangan semangat.
Rosita terus berusaha dengan kerasnya, sehingga suatu hari dia menemukan peluang untuk bergabung tentara AS.
Untuk melamar sebagai calon tentara AS, Rosita harus mengikuti dua kali tes.
Pasalnya, pada tes pertama dia dinyatakan tidak lulus.
"Setelahnya, saya bertanya berapa waktu lagi (saya bisa mengikuti ujian kedua). Mereka menjawab saya butuh 30 hari (lagi untuk bisa mengikuti ujian ulangan kedua)," kata Rosita.
Selama 30 hari, Rosita Aruan terus-menerus belajar.
Editor : Pimred Laksamana.id
