"Wah, uang Rp200 ribunya sudah cukup untuk membeli beras, membeli ikan, dan membayar tagihan listrik?" tanya Kang Dedi.
"Kan ada beban. Saya kalau pulang sekolah jual sayuran, dipikul ayah, keliling, untuk anak," mengaku Empan.
Terkadang," kata sebuah sambungannya, "ada yang meminta saya membongkar orang pengerambah.
Dedi Mulyadi kemudian menawarkan bantuan setelah mendengar kisah hidup dan perjuangan panjang Empan Supandi untuk menjadi seorang guru.
Kang Dedi memberikan sejumlah besar uang untuk renovasi atau pembangunan ulang rumah Empan yang hampir jatuh ke dalam keadaan bocor.
"Rumah saya bangun sendiri, dengan biaya Rp100 juta," ujar Dedi Mulyadi.
"Alhamdulillah bapak," imbuh Empan.
"Tunutkanlah tenang, jangan membenarkan tuan," pungkas Dedi.
Kang Dedi tidak hanya menggunakan uangnya untuk membeli rumah, tetapi juga memberikan uang untuk modal Empan agar menjadi penjual sayur.
Editor : Pimred Laksamana.id
