"Dulu (pernah bekerja membuat pupuk), tolongloh (kendatanya ada perusahaan pupuk), dulu sering ada mahasiswa dari Australia, Korea. Saya selalu melatih bahasa Inggris dengannya," kata Empan.
"Apakah Bapak tahu, Pak? Anda ingin belajar bahasa Inggris?" tanyakan Kang Dedi lagi.
"Saat itu awalnya ditolak (Pak Empan menolak), saya tidak memiliki gelar S1, saya masih muda dan belum fasih berbahasa, selama tiga bulan anak tidak belajar, saya juga merasa sedih juga," ungkap Empan.
"Kalau tidak ada bahasa Inggris, Pak Bapak tidak bisa mengajar bahasa Inggris," tambah Ayah Dedi.
Belasan tahun melayani sebagai pendidik sukarela, ternyata dia menyimpan riwayat hidup yang pilu.
Ikut terbebas dari masa lalu, Ardan Abni mengetahui peristiwanya tahun 2015, bahwa kekasihnya, Empan, telah dibicarakan oleh istrinya.
Mengapa pernikahannya berakhir, kata Empan, hingga terpaksa bercerai dengan istri karena sang istri tidak sanggup menahan kehidupan bersama dengan pendapatan yang tidak mencukupi.
Meskipun tidak lagi memiliki istri, Empan tetap bertanggung jawab dalam membesarkan dan melanjutkan pendidikan dua anaknya IonicPage
Dengan mendengar kisah Empan tentang keluarganya, Kang Dedi merasa terenyuh.
Ditengah hidupnya yang menantang, ia juga memiliki pekerjaan tambahan agar bisa mencukupi kebutuhan hidup dua anaknya.
Editor : Pimred Laksamana.id
