Warga Jawa telah berdatangan ke Thailand cukup lama, sejak masa Kesultanan Ayutthaya.
Selama masa pemerintahan Raja Rama V, ketika Masjid Jawa didirikan, sebagian besar pendatang dari Jawa hadir sebagai ahli teknik dan petani kebun.
Sutthichat menyebutkan bahwa Masjid Jawa sudah berumur 130 tahun, tetapi baru didaftarkan secara resmi kira-kira 120 tahun yang lalu atau tepatnya pada tahun 1905.
Dia menjelaskan bahwa Mesjid Jawa bukan hanya didirikan oleh masyarakat Jawa, melainkan juga mendapatkan dukungan dari kelompok etnis Melayu.
Walaupun demikian, desain arsitekturnya masih menampilkan ciri khas Jawa sebagai tanda penghargaan kepada tempat asal mereka lahir.
Sutthichat menyebutkan bahwa relasi di antara warga Indonesia dengan penduduk setempatan sudah terbentuk sejak dulu lewat pertemuan sosial, saling bertukar informasi, serta perjalanan bolak-balik mereka.
Komunitas Masjid Jawa juga terus mendapatkan dukungan dari KBRI di Thailand dengan cara yang berkesinambungan.
Editor : Pimred Laksamana.id
