Sejarah Megahnya Masjid Jawa di Thailand: Warisan Saudagar Jawa yang Kini Berusia 13 Century Lebih

Sejarah Megahnya Masjid Jawa di Thailand: Warisan Saudagar Jawa yang Kini Berusia 13 Century Lebih
Sejarah Megahnya Masjid Jawa di Thailand: Warisan Saudagar Jawa yang Kini Berusia 13 Century Lebih

BANGKOK, laksamana.id Thailand pada dasarnya adalah negeri di mana sebagian besar warganya beragama Budha.

Di kawasan Sathorn Bangkok terdapat sebuah masjid dengan nama Masjid Jawa.

Berdasarkan namanya, masjid tersebut sepertinya mempunyai hubungan dengan Pulau Jawa di Indonesia.

ternyata Memang masjid Jawa ini adalah sebuah tempat peribadatan yang didirikan oleh seorang pedagang asal Jawa.

Menurut Ketua Pengurus Masjid, Permsak Sutthichat, struktur masjid itu didirikan oleh Haji Muhammad Saleh, seorang pedagang dari Jawa.

Haji Muhammad Saleh saat berada di Thailand menemukan negeri tersebut kaya dan dipimpin oleh seorang raja yang murah hati.

Selain itu, dia mengatakan bahwa Thailand juga memberikan kemerdekaan beragama serta peluang ekonomi.

Permsak menyatakan bahwa Haji Muhammad Saleh setelah itu mendorong semakin banyak warga Indonesia untuk pergi ke Thailand, termasuk juga tenaga ahli.

"Mereka setelah itu memilih tinggal di komunitas tersebut. Haji Muhammad Saleh pun menyumbangkan lahan untuk konstruksi Masjid Jawa. Tambahan lagi, dana untuk membangun masjid ini berasal dari warga lokal," jelasnya.

Warga Jawa telah berdatangan ke Thailand cukup lama, sejak masa Kesultanan Ayutthaya.

Selama masa pemerintahan Raja Rama V, ketika Masjid Jawa didirikan, sebagian besar pendatang dari Jawa hadir sebagai ahli teknik dan petani kebun.

Sutthichat menyebutkan bahwa Masjid Jawa sudah berumur 130 tahun, tetapi baru didaftarkan secara resmi kira-kira 120 tahun yang lalu atau tepatnya pada tahun 1905.

Dia menjelaskan bahwa Mesjid Jawa bukan hanya didirikan oleh masyarakat Jawa, melainkan juga mendapatkan dukungan dari kelompok etnis Melayu.

Walaupun demikian, desain arsitekturnya masih menampilkan ciri khas Jawa sebagai tanda penghargaan kepada tempat asal mereka lahir.

Sutthichat menyebutkan bahwa relasi di antara warga Indonesia dengan penduduk setempatan sudah terbentuk sejak dulu lewat pertemuan sosial, saling bertukar informasi, serta perjalanan bolak-balik mereka.

Komunitas Masjid Jawa juga terus mendapatkan dukungan dari KBRI di Thailand dengan cara yang berkesinambungan.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: