"Penurunan asam empedu feses dapat mengurangi diare yang tidak dapat dijelaskan pada beberapa orang, yang dapat menyebabkan malabsorpsi nutrisi jika tidak ditangani tepat waktu," kata ahli diet dan nutrisi, JeJe Noval.
5. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Risiko penyakit jantung dapat dikurangi dengan pola makan yang kaya akan kalium, magnesium, serat, folat, lemak tak jenuh tunggal, polifenol, dan antioksidan.
(30/1/2025), setiap nutrisi yang menyehatkan jantung ini dikemas dengan sempurna di dalam alpukat yang sudah matang.
Studi pada tahun 2022 di Journal of the American Heart Association menemukan bahwa mengonsumsi alpukat terkait dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner sebesar 16-22 persen.
Para peneliti mencatat bahwa mengganti setengah porsi mentega, margarin, telur, keju, yogurt, atau daging olahan dengan jumlah alpukat yang sama secara signifikan dapat menurunkan risiko kondisi tersebut.
Studi tahun 2020 di The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa salah satu cara alpukat menjaga kesehatan jantung adalah dengan mengurangi kolesterol LDL yang telah teroksidasi, yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri.
6. Menurunkan risiko osteoporosis
Setengah buah alpukat menyediakan sekitar 18% dari nilai harian vitamin K.
Nutrisi ini sering diabaikan tetapi sangat penting untuk kesehatan tulang.
Mengonsumsi vitamin K yang cukup dapat mendukung kesehatan tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan mengurangi resiko ekskresi kalsium melalui urine.
7. Meredakan stres
Alpukat merupakan sumber folat yang baik. Kandungan ini berperan penting dalam kesehatan diet secara keseluruhan.
Editor : Pimred Laksamana.id
