Ahok mengatakan Riva cs menunjukkan sikap tidak takut padanya dan selalu mengulang kesalahan karena tidak memiliki wewenang untuk memberhentikan Riva sebagai direktur utama.
Jadi, dia berharap, agar komisaris utama tidak hanya diberi wewenang untuk mengawasi, tetapi juga menyandang wewenang untuk melakukan pemecatan.
"Apa yang membuatnya berani? Karena dia tahu, aku tidak bisa melepaskannya. Jadi, intinya orang yang diberi kuasa mengawasi harus ada kuasa untuk melepaskan juga, itulah kuncinya," katanya.
Ahok lalu bertanya kepada para pimpinan tertinggi Pertamina, seperti Riva, mengapa mereka masih tetap bertahan dan tidak kunjung digantikan sejak lama.
"Kalau yang paling jelek ini masih ada, berarti yang bisa menggantikannya ada siapa?" tanya Ahok.
(*/laksamana.id)
lainnya di
dan
Sebagian artikel ini telah diposting di
Editor : Pimred Laksamana.id
