"Ahok itu Komisaris Utama, tugasnya berhak memecat sementara direktur, berhak melakukan penyelidikan apapun. Jadi, kalau ada korupsi besar di Pertamina, Komisaris tidak tahu, sekarang jangan berbicara di media seolah-olah dia tidak salah," kata Hotman.
Oleh karena itu, Hotman berpendapat bahwa ada kesalahan atau kelalaian dari Ahok terkait pekerjaannya sebelumnya.
Terdapat dua jenis kesalahan: kesalahan karena gagal melaksanakan tugasnya, atau karena melupakan tugas tersebut. Atau, mungkin seseorang tahu apa yang harus dilakukan, tetapi tidak melakukannya. Saya tidak tahu mana yang paling tepat. Namun, tanggung jawab komisaris adalah untuk mengawasi. Jika terjadi pelanggaran besar, seperti yang terjadi di Jepang, biasanya mereka akan mengundurkan diri.
"Karena tanggung jawabnya menjaga, janganlah dia berbicara seperti tidak salah, seolah-olah dia tidak bersalah, seolah-olah dia telah bersih, seolah-olah dia luar biasa," kata Hotman.
Dan tidak hanya itu, Hotman juga mengolok-olok gaji yang dikabarkan mencapai miliaran rupiah milik Ahok.
Hotman menentang tindakan Ahok yang saat ini menjadi sangat berapi-api dan siap membongkar skandal di Pertamina.
"Ahok lebih memilih gaji yang berbillionan. Jadi Ahok, siapapun saya lawan, saya tidak menyalahkan dia. Kalau bukan karena dia bicara tentang hal yang tidak pantas, dia harus diam saja, karena semua pelanggaran terjadi saat dia sebagai pengawas, Komisaris. Ahok tetaplah tentang," ujar Hotman.
Di sisi lain, sebelumnya diberitakan Ahok mengungkapkan keterlibatan para tersangka korupsi Pertamina yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 968 triliun.
Tiga dari sembilan tersangka kasus penipuan bensin Pertamax itu ternyata pernah menjadi bawahan Basuki Tjahaja Purnama, atau lebih dikenal sebagai Ahok.
Pada saat itu, Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, mulai tanggal 25 November 2019 sampai 2 Februari 2024.
Editor : Pimred Laksamana.id
