Saya menyimpan semua catatan saya. Satu hari ganti rezim, saya akan memenjarakan kalian semua, dan perhatikan baik-baik kalimat saya dari pimpinan," kata Ahok, seperti dilansir laksamana.id pada Minggu (2/3/2025).
Karena itu, Ahok siap memulai penyelidikan tentang kerusakan Pertamina dengan bukti catatan dan rekaman yang ia miliki.
Ahok tampak marah dengan terbongkarnya kasus dugaan korupsi di Pertamina Petra Niaga yang melibatkan Riva Siahaan dan tujuh orang lainnya.
Menurut Ahok, orang yang sebenarnya terlibat dalam kasus tersebut seharusnya lebih banyak orang.
"Jika pemerintah sungguh-sungguh ingin membersihkan negara ini dari korupsi di sektor Migas dan Pertamina, saya yakin dengan data ini dapat membuktikan bahwa Anda semua akan dipenjara. Saya berharap kasus ini tidak hanya melibatkan Riva Siahaan saja, karena itu tidak masuk akal. Saya rasa pejabat BPK pun bisa terlibat," ujar Ahok.
Tindakan Ahok yang tegas mengaku akan mengungkapkan skandal di Pertamina itu ternyata mendapat tanggapan skeptis dari Hotman Paris.
Pada akun medsosnya, Hotman Paris bertanya-tanya mengapa Ahok baru saja memutuskan untuk membongkar skandal Pertamina, padahal dahulu pernah menjabat sebagai salah satu pimpinan di perusahaan tersebut.
Oleh karena itu, Hotman juga menyentuh soal gaji Ahok.
"Ahok sekarang mengaku sudah tahu permainan sejak lama? Kenapa dia tidak mengakui sebelumnya? Mungkin karena takut gaji komut akan hilang! Sekarang mulutnya mengeluarkan teriak-teriak: sejak lama, sejak lama, sejak lama! Kenapa dia tidak melaporkan kasus ini kepada polisi, jaksa, dan media? Dia adalah orang munafik," tulis Hotman Paris.
Hotman menyebutkan Ahok seharusnya sudah tahu tentang skandal di Pertamina sejak lama.
Editor : Pimred Laksamana.id
