Scroll untuk baca artikel

Penyebab Utama Pailit Sritex,Perusaha Tekstil Terbesar Indonesia,Kini PHK Lebih 10 ribu Karyawan

Penyebab Utama Pailit Sritex,Perusaha Tekstil Terbesar Indonesia,Kini PHK Lebih 10 ribu Karyawan
Penyebab Utama Pailit Sritex,Perusaha Tekstil Terbesar Indonesia,Kini PHK Lebih 10 ribu Karyawan

Kondisi ini semakin memburuk karena penjualan perusahaan semakin menurun.

Menurut Laporan Keuangan Konsolidasi Interim 30 Juni 2024 yang diterbitkan di situs resmi perusahaan, operasional Sritex terganggu, karena beban yang lebih besar dibandingkan dengan total penjualannya.

Dalam laporan keuangan terbaru, perusahaan hanya mencatatkan penjualan sebesar 131,73 juta dolar AS pada semester I 2024, yang lebih rendah dibandingkan dengan 166,9 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2023.

Di sisi lain, beban keuntungan penjualannya mencapai 150,24 juta dollar AS. Pada paruh pertama tahun 2024, Sritex mencatat kerugian sebesar 25,73 juta dollar AS atau setara dengan Rp 402,66 miliar.

Kerugian yang dialami Sritex tidak hanya terjadi pada tahun 2024 saja.

Pada tahun 2023, Sritex mengalami kerugian yang sangat besar, yaitu sekitar 174,84 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,73 triliun.

Bahkan pada masa pandemi Covid-19, perusahaan mengalami kerugian besar.

Menurut Laporan Tahunan Sritex pada 2023, perusahaan mengalami kerugian sebesar 391,56 juta dolar AS atau 6,12 triliun rupiah pada tahun 2022.

Pada tahun 2022, kerugian Sritex mencapai 1,07 miliar dolar AS, setara dengan Rp 16,81 triliun jika menggunakan kurs saat ini. Pada tahun sebelumnya, 2021, Sritex mengalami kerugian sebesar 1,06 miliar dolar AS.

Pada tahun 2020, Sritex mencatatkan laba sebesar 85,33 juta dollar AS. Menurut laporan tahunan perusahaan, aset Sritex terus menurun dari tahun ke tahun.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini