Scroll untuk baca artikel

Tips Kelola Keuangan Rumah Tangga

Tips Kelola Keuangan Rumah Tangga
Tips Kelola Keuangan Rumah Tangga

Menghitung semua pendapatan adalah cara kedua. Anda perlu menghitung semua pendapatan yang masuk selama satu bulan. Pendapatan yang dimaksud bukan hanya gaji bulanan, tapi juga termasuk insentif yang diterima ketika menerima upah lembur hingga keuntungan jika Anda berinvestasi.

Penting dilakukan untuk membagi sumber daya pendapatan Anda. Ingat, yang harus diprioritaskan adalah kebutuhan pokok.

Pariyem melanjutkan proses berikutnya adalah menetapkan prioritas keuangan, Dengan membuat daftar prioritas, keluarga dapat memastikan kebutuhan pokoknya terpenuhi sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya.

Anggaran rumah tangga yang harus diprioritaskan antara lain biaya makanan sehari-hari, belanja kebutuhan dapur, tagihan listrik, tagihan air, biaya transportasi ke tempat kerja, pendidikan anak jika sudah berusia sekolah, serta pembayaran cicilan kendaraan atau rumah.

Selain membantu mengatur keuangan rumah tangga, daftar ini akan menjadi pengingat bahwa kebutuhan pokok harus diprioritaskan terlebih dahulu baru kemudian bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya yang kurang mendesak.

Membuat rekening darurat adalah langkah penting berikutnya. Dalam menjalani kehidupan bersama pasangan, tidak selalu berjalan sesuai yang telah direncanakan. Banyak hal yang tiba-tiba muncul di luar rencana.

Contoh yang sering terjadi adalah musibah seperti kecelakaan, PHK, hingga krisis ekonomi. Jika hal seperti itu terjadi, maka sumber pendapatan rumah tangga bisa terganggu. Pada saat itulah manfaat memiliki dana darurat bisa dirasakan, menurut Pariyem.

Menyediakan dana darurat dapat dilakukan dengan mengalokasikan sebagian dari pendapatan bulanan, biasanya antara 10-30 persen dari pendapatan. Ingatlah, uang yang Anda simpan setiap bulan adalah untuk keadaan darurat yang hanya digunakan pada saat-saat darurat.

Pariyem melanjutkan menjaga rasio hutang merupakan langkah penting untuk mengatur keuangan rumah tangga. Rasio hutang yang baik adalah menghindari hutang sama sekali, karena tagihan dan kewajiban membayar hutang dapat menjadi beban yang mengganggu keuangan. Namun, ada beberapa faktor yang membuat Anda harus berhutang meskipun tidak diinginkan.

“Dalam menjaga rasio utang, sebaiknya, usahakan kewajiban Anda membayar tagihan hutang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan yang Anda miliki. Lebih dari itu, keuangan rumah tangga Anda bisa terganggu.”

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini