Scroll untuk baca artikel

Angin Timur: Angin Barat, Kisah Dua Perempuan Beda Budaya

Angin Timur: Angin Barat, Kisah Dua Perempuan Beda Budaya
Angin Timur: Angin Barat, Kisah Dua Perempuan Beda Budaya

"Saya tidak suka kaki saya dan berkata bahwa kaki saya ini tidak cantik. Ia kemudian menggambar bentuk kaki! Saya tidak tahu dari mana ia mengetahuinya. Saya tidak pernah menunjukkan kaki saya padanya." (hal 74)

Perempuan kedua adalah Mary. Mary adalah seorang wanita Amerika yang menikah dengan saudara laki-laki Kwei Lan. Pernikahan yang diharapkan menyenangkan ternyata tidak dirasakan oleh Mary yang rela meninggalkan tempat kelahirannya. Keluarga Kwei Lan menolak kehadiran Mary di tengah-tengah mereka.

Penolakan terhadap Mary diduga disebabkan oleh adanya perjodohan antara kakaknya Kwei Lan dengan seorang gadis kerabat ayahnya Kwei Lan. Perjodohan itu telah berlangsung sejak kecil sehingga tidak dapat dibatalkan oleh alasan apapun, termasuk pernikahan di luar tradisi Tiongkok. Bagi mereka, perempuan barat dianggap sebagai perempuan barbar yang tidak mengenal adat istiadat. Oleh karena itu, pernikahan kakaknya dianggap sebagai hubungan remaja biasa.

Mary tidak kehilangan harapan meskipun ia berusaha keras untuk diterima oleh keluarga Kwei Lan dan menjadi satu-satunya perempuan yang dinikahi oleh kakaknya. Masalah semakin kompleks. Orang tua Kwei Lan bahkan menawarkan Mary untuk menjadi istri kedua, karena dalam tradisi Cina, perempuan Cina yang telah dijodohkan sejak kecil adalah istri utama. Selain itu, pria juga bisa menikah dengan lebih dari satu perempuan dan memiliki selir. Mary menolak tawaran itu dengan tegas.

Masalah utama dari semua ini adalah orang asing tidak mau menerima kenyataan bahwa mereka tidak setara. Seorang laki-laki yang memiliki istri kedua bukanlah sesuatu yang biasa di negara mereka

Meskipun awal novel ini menggambarkan perjumpaan dua tokoh perempuan itu melalui masalah demi masalah, namun Pearl menutupnya dengan nada yang manis. Keduanya, Kwei Lan dan Mary, akhirnya menikah dan bahagia, bukan hanya menyatukan dua budaya yang berbeda dalam kehidupannya, tetapi juga berhasil mengatasi tantangan yang sulit dengan keberanian tak pernah menyerah.

Menit demi menit, lagu-lagu mengalir dari hatinya ke mulutnya dan ia merasa sangat bahagia

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini