Pagar tersebut dibangun oleh PT Mandara Permai, pengelola kluster perumahan di kawasan PIK I. Kluster perumahan tersebut berbatasan langsung dengan pemukiman warga. Selain itu, juga terdapat tumpukan batu yang tingginya dua meter dan panjangnya sekitar 100 meter di samping pagar tersebut. Warga mengeluhkan tumpukan batu tersebut karena mengganggu saluran air dan berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan.
Dalam percakapan berlangsung sekitar setengah jam, Direktur Utama PT Mandara Permai, Sugiarso Tanzil, memutuskan untuk menghancurkan pagar itu untuk pembangunan jalan. Setelah pagar itu dibuka, Maruarar mengatakan bahwa nantinya akan dibangun jalan yang menghubungkan permukiman warga dengan PIK 1.
"Arahannya saya, jangan ada pemukiman eksklusif, bagaimana temboknya itu dirobohkan, cukup biarkan rakyat bisa lewat," katanya. Dia berharap dengan langkah itu tidak ada lagi konflik horisontal disebabkan segregasi di kawasan permukiman itu.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pembangunan akses jalan ke PIK harus melalui revisi rencana detil ruang (RTRW). Menurut Tito, pemerintah provinsi akan menetapkan lokasi yang tepat untuk pembangunan tersebut.
"Nanti kami akan diawasi oleh Kemendagri, kami akan mengawal. Termasuk nanti jika terjadi pergantian kepemimpinan di DKI, kita akan menyampaikan," ungkap Tito.
Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Teguh Setya Budi mengatakan bahwa jalan itu akan dibuat oleh Pemprov Jakarta. Teguh akan mengirim tim untuk meneruskan kesepakatan tersebut.
Teguh mengatakan bahwa rencana tersebut sudah tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur pada tahun 2015. Dia menyatakan bahwa agar rencana tersebut dapat diwujudkan, maka Surat Keputusan Gubernur tersebut harus diperbarui.
Sebelumnya, warga Kapuk Muara menggelar aksi protes dan meminta pagar di dekat Long Beach dibongkar. Aksi protes pada Jumat, 14 Februari itu berakhir dengan kerusuhan antara warga dengan tim keamanan PT Mandara Permai. Dalam peristiwa itu, delapan orang warga melaporkan mengalami luka-luka di kepala dan tubuh mereka.
Koordinator Lapangan Forum Warga Kapuk Muara Sufyan Hadi mengatakan, aksi protes itu diikuti oleh 300 warga Kapuk Muara yang berada di depan Kantor Manajemen PT. Mandara Permai, di Jalan Pantai Indah Barat dan Jalan Long Beach Indah Kapuk, Jakarta Utara.
"Kami belum sempat menyampaikan aspirasi karena kendaraan kami pun rusak," kata Sufyan seperti dikutip Antara.
Editor : Pimred Laksamana.id
