Scroll untuk baca artikel

Heboh #KaburAjaDulu, Begini Tanggapan Dosen ITB

Heboh #KaburAjaDulu, Begini Tanggapan Dosen ITB
Heboh #KaburAjaDulu, Begini Tanggapan Dosen ITB

Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut bahkan turun menjadi 17 persen pada tahun 2024. Indikator ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di jalur yang tidak sesuai dengan visi yang diharapkan.

Menurutnya, bekerja di luar negeri bisa menjadi pilihan yang tepat jika dilakukan dengan persiapan yang matang.

"Jika tidak siap, mereka bisa berakhir sebagai pekerja ilegal. Tapi bagi pekerja intelektual, ini bisa menjadi kesempatan besar," ucapnya.

Yorga menyatakan bahwa bekerja di luar negeri dapat memberikan manfaat bagi Indonesia melalui proses sirkulasi kecerdasan.

Diaspora dapat berkontribusi melalui jaringan internasional, transfer teknologi, atau bahkan kembali ke tanah air untuk membangun industri.

Meskipun bekerja di luar negeri mungkin tampak menjanjikan, Yorga menekankan bahwa ini bukanlah cara singkat untuk sukses.

"Tantangan seperti loyalitas, persaingan yang ketat, dan tuntutan keterampilan harus dihadapi. Remaja harus meningkatkan daya saing dengan keterampilan digital, bahasa Inggris, dan kepercayaan diri," katanya.

Akhirnya, yang dapat membuat anak muda lebih bahagia adalah peningkatan pendapatan, dan itu hanya dapat dicapai melalui keterampilan. Ini menjadi pengingat bagi mereka yang meremehkan kondisi kelas menengah dan anak muda.

"Tagar #KaburAjaDulu bukan hanya keluhan, tapi kenyataan yang dialami oleh generasi muda Indonesia saat ini," kata Yorga.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini