Scroll untuk baca artikel

Batalnya Dua Kebijakan Prabowo Jadi Sorotan, Bisa Kurangi Kepercayaan Publik

Batalnya Dua Kebijakan Prabowo Jadi Sorotan, Bisa Kurangi Kepercayaan Publik
Batalnya Dua Kebijakan Prabowo Jadi Sorotan, Bisa Kurangi Kepercayaan Publik

Keputusan itu juga menimbulkan perlawanan dari masyarakat sehingga membuat masyarakat kehilangan salah satu anggota keluarga, nenek Yonih. Ia meninggal saat mengantri untuk membeli tabung gas kalor 3 kg di Pamulang, Tangerang pada Senin (3/2).

Prabowo memanggil Bahlil ke Istana Merdeka pada Selasa, (4/2). Pertemuan itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selanjutnya, Presiden mengumumkan penghapusan larangan penjualan elpiji 3kg. Langkah ini untuk mengurangi kesulitan akses elpiji di masyarakat.

Presiden memerintahkan kembali bolehnya LPG dijual di toko semampu guna masing (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/Humas).

H. Hasan Nasbi, Sekretaris Komunikasi Pemerintah, menyatakan keputusan tersebut disertai tuntutan untuk pengusaha minuman ringan harus mendaftar di platform Aplikasi Penjual MAP (Aplikasi Penjual Basis) untuk terlisensikan sebagai basis penjualan resmi.

"Pertamina akan memotivasi para pengecer untuk mendaftar sebagai sub-stasiun resmi dengan tujuan melindungi masyarakat sebagai konsumen akhir," ujar Hasan dalam pernyataan tertulis kepada wartawan pada hari Rabu (4/2).

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kebijakan itu bukan berasal dari Prabowo. "Tapi melihat situasi dan kondisi, presiden turun tangan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini