KAMPAR — Dosen Program Studi Kebidanan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) Pekanbaru berkolaborasi dengan Universitas Lancang Kuning (UNILAK) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Kampung Iklim Ramah Ibu dan Anak (KIRIA) Berbasis Ketahanan Pangan dan Tumbuh Kembang Anak” di Desa Kampar, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, pada 1 September 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mendukung kesehatan ibu dan anak melalui edukasi ketahanan pangan keluarga, pemenuhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa IKTA bersama mahasiswa UNILAK, dengan kader Posyandu Desa Kampar sebagai sasaran utama. Tim pelaksana dari IKTA terdiri atas Bd. Fatma Nadia, SST, M.Kes., dan Bdn. Wira Ekdeni Aifa, SST, M.Kes. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan ibu dan anak.
Foto 1. Dosen Kebidanan IKTA bersama kader Posyandu Desa Kampar dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema Optimalisasi Kampung Iklim Ramah Ibu dan Anak (KIRIA), 1 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. Materi menekankan bahwa ketersediaan pangan yang cukup, beragam, bergizi, dan aman merupakan salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan sumber pangan lokal serta mengelola kebutuhan pangan keluarga secara bijak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Selain membahas ketahanan pangan, tim pelaksana memberikan penguatan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam membantu orang tua memahami kebutuhan anak sesuai tahapan usianya, mendorong pemanfaatan layanan kesehatan, serta mengenali lebih dini kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan tindak lanjut tenaga kesehatan.
Program Kampung Iklim Ramah Ibu dan Anak (KIRIA) dalam kegiatan ini diarahkan pada penguatan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ketahanan pangan, pemenuhan gizi keluarga, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pembentukan kebiasaan hidup sehat. Keterlibatan keluarga, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat serta mendukung kualitas hidup ibu dan anak.Foto 2. Dosen dan mahasiswa IKTA bersama UNILAK dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk optimalisasi Kampung Iklim Ramah Ibu dan Anak di Desa Kampar, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar.
Kader Posyandu menjadi sasaran utama karena memiliki kedekatan dengan keluarga dan berperan langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui edukasi ini, kader diharapkan mampu meneruskan informasi kepada orang tua mengenai pemenuhan gizi, pemanfaatan pangan lokal, pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, serta upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan ramah bagi ibu dan anak. Dengan demikian, manfaat program diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Desa Kampar.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara IKTA dan UNILAK menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis kebutuhan lokal melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan PkM ini, kader Posyandu Desa Kampar diharapkan semakin memahami perannya dalam mendukung optimalisasi KIRIA berbasis ketahanan pangan dan tumbuh kembang anak. Keberlanjutan program membutuhkan kerja sama antara perguruan tinggi, kader Posyandu, keluarga, dan pemerintah desa agar upaya pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penciptaan lingkungan yang ramah ibu dan anak dapat terus dikembangkan.
Editor : Yanto
