SIAK – Dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemetaan Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan sebagai Strategi Adaptasi Perubahan Iklim di Desa Kampung Iklim” di Dusun Lubuk Miam, Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, pada 3 September 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kader Posyandu dan petugas Puskesmas, mengenai risiko penyakit berbasis lingkungan serta langkah adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Kegiatan ini menyasar kader Posyandu, petugas Puskesmas, serta kelompok masyarakat yang terlibat dalam Program Kampung Iklim (Proklim). Melalui edukasi tersebut, tim IKTA mendorong peningkatan kapasitas peserta dalam mengenali faktor risiko kesehatan lingkungan dan memahami kaitannya dengan perubahan iklim yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi menggunakan presentasi PowerPoint (PPT), diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD), serta pembagian poster edukasi. Materi yang diberikan membahas pemetaan risiko penyakit berbasis lingkungan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat perubahan kondisi lingkungan.
Dalam sesi FGD, peserta diajak bertukar informasi dan berdiskusi mengenai kondisi lingkungan setempat, faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat masyarakat. Diskusi ini juga menjadi sarana untuk mendorong peran kader Posyandu dan petugas Puskesmas dalam mengidentifikasi risiko kesehatan lingkungan dan menyebarluaskan informasi pencegahan penyakit kepada warga.Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim IKTA menyerahkan poster edukasi kepada pihak Puskesmas dan Posyandu. Media tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan sehingga informasi mengenai risiko penyakit berbasis lingkungan, pencegahan penyakit, dan adaptasi perubahan iklim dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Melalui kegiatan PkM ini, IKTA berharap kader Posyandu, petugas Puskesmas, dan masyarakat semakin peduli terhadap hubungan antara kondisi lingkungan dan kesehatan. Peningkatan pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan penyakit sebagai bagian dari adaptasi perubahan iklim di Kampung Kuala Gasib.
Editor : Yanto
