Di area masjid, tampak para ibu-ibu mengenakan pakaian seragam biru sibuk mengatur menu takjil dari wadah besar ke piring-piring nasi.
Menu yang ditawarkan mencakup telur asin, kerupuk, nasi, dan sambal krecek yang disusun rapi di atas piring-piring kosong.
Di dalam ruangan, petugas terlihat menunggu piring-piring yang sudah disusun, menggunakan alat pembawa piring yang dapat menampung lima piring sekaligus.
Mereka kemudian membawa piring-piring tersebut untuk disusun di atas meja kosong di halaman Masjid Jogokariyan.
Wakil Ketua Panitia KRJ ke-21, Muhammad Akbar, menjelaskan bahwa Kejuaraan Remaja Jakarta (KRJ) tidak sebesar saat ini pada awal pembentukannya.
Saya tidak pernah membayangkan bahwa bisnis ini akan berkembang sebesar ini. Pada awalnya, kita tidak melayani 3.500 porsi dalam satu hari, tapi hanya 600 porsi.
Ribuan takjil dipersiapkan
Pertumbuhan penyebaran takjil dari ratusan hingga ribuan porsi ini tidak terlepas dari konsistensi Masjid Jogokariyan dalam menyediakan takjil setiap tahun.
Selain itu, transparansi anggaran juga menjadi faktor pendukung.
"Setiap infak atau donasi yang masuk ke Masjid Jogokariyan akan kami laporkan di buletin Idul Fitri, termasuk laporan keuangan untuk program bantuan takjil ini," jelas Akbar.
Masjid Jogokariyan juga memperkenalkan ibu-ibu atau kelompok dasawisma di sekitar masjid untuk berpartisipasi dalam memasak menu takjil.
Editor : Pimred Laksamana.id
