3 orang pendaki yang selamat terjebak dan terpaksa bermalam di kawasan Summit Ridge hingga kemarin, Baru besoknya tim tim rescue datang, kata Indira Alaika,
Rombongan berangkat dari Bandara Moses Kilangin di Timika menuju basecamp Yellow Valley Carstensz Pyramid menggunakan helikopter.
Setelah tiba di base camp, mereka menjalani proses adaptasi lingkungan selama dua hari.
Rombongan melakukan proses aklimatisasi dan pelatihan teknis sampai Teras 1 (Teknik naik dan turun).
Sebanyak 20 orang pendaki berangkat pada pukul 04.00 WIT dari basecamp Yellow Valley menuju Puncak Carstensz, terdiri dari 5 guide, 7 pendaki warga negara Indonesia, 6 pendaki warga negara asing, serta 2 pendaki yang bekerja di Taman Nasional Lorentz.
Tim BC melakukan briefing untuk memberikan bantuan kepada korban dan sekitar pukul 20.45 WIB, Nurhuda (Guide WNI) datang sendirian ke basecamp dengan menunjukkan gejala hipotermia, lalu meminta bantuan dari Tim BC.
"Ia beristirahat sebentar lalu naik untuk membantu pendaki yang berada di atas," ujarnya.
KESAKSIAN PENDAKI SELAMAT. Indira Alaika, salah satu pendaki yang selamat dari bencana cuaca buruk di Puncak Carstensz Pyramid, Papua, mengungkapkan kronologi peristiwa yang menyebabkan kematian Lilie Wijayati Poegiono (60) dan Elsa Laksono (60) pada Minggu (2/3/2025).
Lalu, Yustinus Sondegau (Guide lokal) mencoba naik untuk mencapai posisi lokasi survivor di puncak ridge yang merupakan korban Indira, Alvin Reggy, dan Saroni, dengan membawa perlengkapan bantuan darurat (tas tidur), lembaran tenda, air hangat, dan radio.
"Namun, rencana itu terhenti di teras besar karena cuaca semakin buruk dan di perjalanan menurun, Yustinus bertemu dengan Luddy dan menemani Luddy hingga ke Base Camp, semua peralatan yang dibawa ditinggalkan di Teras Besar," kata Indira.
Editor : Pimred Laksamana.id
