Momen Detik-detik Indira Alaika Dievakuasi dari Puncak Carstensz,Sempat Mengalami Pulmonary Edema

Momen Detik-detik Indira Alaika Dievakuasi dari Puncak Carstensz,Sempat Mengalami Pulmonary Edema
Momen Detik-detik Indira Alaika Dievakuasi dari Puncak Carstensz,Sempat Mengalami Pulmonary Edema

Indira Alaika, salah satu pendaki yang selamat dari bencana cuaca buruk di Puncak Carstensz Pyramid, Papua, dilaporkan menderita Edema Paru.

Pulmonary Edema adalah keadaan penumpukan cairan yang menyebabkan korban mengalami kesulitan bernapas, batuk, akibat terpapar suhu udara ekstrem.

Beruntung, Indira Alaika selamat dari tragedi Gunung Carstensz Pyramid di Papua Tengah.

Video beredar menampilkan momen evakuasi Indira Alaika, seperti yang diunggah akun Instagram @skadyr.

Dari videonya, Indira Alaika tampaknya dalam kondisi lemah ketika tim penyelamat mencoba untuk mengevakuasinya.

Medan berbatuan dan jalanan menanjak membuat Indira dan empat tim penyelamat kesulitan berjalan.

Indira Alaika mengalami kelelahan yang sangat berat dan edema paru-paru karena suhu dingin dan cuaca buruk di puncak gunung.

Pendaki asal Turki yang merupakan seorang dokter berhasil menyelamatkan nyawa Indira Alaika, seorang wanita yang beruntung.

Mereka menyelamatkan dan menurunkan dengan selamat tiga pendaki yang terdampar langsung dari puncak, termasuk seorang gadis cantik bernama Indira Alika, setelah mengalami Edema Pulmonary.

"Tetapi beruntunglah seorang dokter luar biasa dari Turki dan kemampuan luar biasa dari seorang wisatawan yang bernama @wildmountainsturkey, yang juga berada di pusat dan menawarkan pertolongan pertama," tulis akun @skadyr.

Akun tersebut mengatakan bahwa Indira Alaika kembali tersenyum setelah berhasil diselamatkan.

"Indira Alaika, kamu seorang wanita kuat dan beruntung, bahkan dalam situasi sulit, kamu tidak pernah berhenti tersenyum. Banyak orang hanya merayakan hari ulang tahun sekali setahun, tapi kamu sekarang merayakannya dua kali! Selamat ulang tahun! Hiduplah dengan penuh semangat, selalu bersinar, jaga dirimu dan orang-orang yang kamu cintai," tulisnya sambil mengunggah foto bersama Indira Alaika.

Dua pendaki asal Malang, Jawa Timur, yaitu Lilie dan Elsa, meninggal dunia karena hipotermia saat mereka turun dari puncak Gunung Carstensz Pyramid di Papua Tengah pada Sabtu (1/3/2025).

Dalam unggahan Instagram Indira Alaika, ia mengungkapkan bahwa mereka mengalami cuaca ekstrem pada 28 Februari 2025.

Akibat hujan salju, hujan lebat, dan badai angin, membuat seorang pendaki Lilie dan Elsa mengalami hipotermia.

Kedua pendaki berusia sekitar 60 tahun berada di Teras II dalam proses menuruni.

"2 Pendaki meninggal dunia, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, terjadi di area teras 2, ketika mereka turun dari Puncak Carstensz karena cuaca buruk yang menyebabkan hipotermia," tulisnya, pada Minggu, (2/3/2025).

Tapi, Indira dan teman-temannya, Alvin Reggy dan Saroni berhasil turun dari puncak, meskipun mereka mengalami hipotermia.

3 orang pendaki yang selamat terjebak dan terpaksa bermalam di kawasan Summit Ridge hingga kemarin, Baru besoknya tim tim rescue datang, kata Indira Alaika,

Rombongan berangkat dari Bandara Moses Kilangin di Timika menuju basecamp Yellow Valley Carstensz Pyramid menggunakan helikopter.

Setelah tiba di base camp, mereka menjalani proses adaptasi lingkungan selama dua hari.

Rombongan melakukan proses aklimatisasi dan pelatihan teknis sampai Teras 1 (Teknik naik dan turun).

Sebanyak 20 orang pendaki berangkat pada pukul 04.00 WIT dari basecamp Yellow Valley menuju Puncak Carstensz, terdiri dari 5 guide, 7 pendaki warga negara Indonesia, 6 pendaki warga negara asing, serta 2 pendaki yang bekerja di Taman Nasional Lorentz.

Tim BC melakukan briefing untuk memberikan bantuan kepada korban dan sekitar pukul 20.45 WIB, Nurhuda (Guide WNI) datang sendirian ke basecamp dengan menunjukkan gejala hipotermia, lalu meminta bantuan dari Tim BC.

"Ia beristirahat sebentar lalu naik untuk membantu pendaki yang berada di atas," ujarnya.

KESAKSIAN PENDAKI SELAMAT. Indira Alaika, salah satu pendaki yang selamat dari bencana cuaca buruk di Puncak Carstensz Pyramid, Papua, mengungkapkan kronologi peristiwa yang menyebabkan kematian Lilie Wijayati Poegiono (60) dan Elsa Laksono (60) pada Minggu (2/3/2025).

Lalu, Yustinus Sondegau (Guide lokal) mencoba naik untuk mencapai posisi lokasi survivor di puncak ridge yang merupakan korban Indira, Alvin Reggy, dan Saroni, dengan membawa perlengkapan bantuan darurat (tas tidur), lembaran tenda, air hangat, dan radio.

"Namun, rencana itu terhenti di teras besar karena cuaca semakin buruk dan di perjalanan menurun, Yustinus bertemu dengan Luddy dan menemani Luddy hingga ke Base Camp, semua peralatan yang dibawa ditinggalkan di Teras Besar," kata Indira.

Guide Nepal Dawa Gyalje Sherpa pernah naik untuk memberikan bantuan, tetapi terhenti di tingkat dua untuk memberikan bantuan kepada kedua korban, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono.

Poxy (guide lokal) dan Damar (Guide) kembali mencoba naik ke teras dua untuk memberikan bantuan kepada korban, menghubungi basecamp dan melaporkan sudah memberikan pertolongan kepada kedua korban, namun korban Lilie dan Elsa dinyatakan meninggal dunia.

Octerus (Guide) yang berkomunikasi dengan Poxy dan Dawa menginformasikan dari basecamp bahwa dua pendaki WNI, yaitu Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono, yang berada di Teras Dua telah meninggal.

Sementara itu, Huda (Guide) telah memutuskan untuk menaiki gunung untuk membantu Indira, Alvin, dan Saroni yang berada di puncak gunung.

Huda melaporkan bahwa mereka telah tiba di basecamp dan tidak dapat melanjutkan ke titik posisi Indira, Alvin, dan Saroni. (Perlengkapan darurat telah disimpan di bawah ridge puncak).

Dibagi dua tim penyelamat, satu tim terdiri atas tiga petugas bantuan internasional.

Garret Madison, Tashi Sherpa, dan Ben Jones berangkat kembali untuk menyelamatkan Indira, Alvin, dan Saroni di Puncak Ridge.

Saat ini, pasangan dokter yang terdiri dari Dokter Adnan dan Meidi bergerak menuju korban di teras kedua.

Kesaksian Fiersa Besari

Pada Sabtu (1/3/2025), penyanyi Fiersa Besari akhirnya mengucapkan kata-kata penyemangat setelah terjadi bencana di puncak Gunung Trikora, Papua Tengah.

Fiersa menyampaikan belasungkawa atas kematiannya melalui postingan Instagram-nya @fiersabesari, untuk Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono.

"Saya berduka cita atas meninggalnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," tulis Fiersa, Senin (3/3/2025).

Fiersa mengaku kondisinya sekarang sudah stabil.

"Saya berada dalam kondisi yang stabil, Alhamdulillah," katanya.

Dia mengaku sangat terkejut dengan bencana yang terjadi di puncak Carstensz, Papua.

"Saya juga minta maaf karena baru mengabarkan situasi tentang Puncak Carstenz (puncak tertinggi Indonesia yang juga dikenal sebagai Puncak Jaya), karena kami yang berada di Basecamp Yellow Valley (YV) merasa sangat terkejut dan sedih atas bencana yang telah terjadi," ujar Fiersa.

Saat ini, Fiersa dan seorang pendaki lainnya, yaitu Furky Syahroni, baru saja tiba di Timika, Papua Tengah.

Dia pernah tersesat di Lembah Kuning, yang juga dikenal sebagai Yellow Valley, karena cuaca buruk.

Cuaca buruk ini menyebabkan gangguan pada lalu lintas helikopter, yang merupakan satu-satunya titik akses resmi ke Valley Kuning.

Fiersa juga menjelaskan kronologi singkat tentang bencana tersebut.

"Saya berada dalam tim yang terdiri dari tiga orang, sedangkan Bu Lilie dan Bu Elsa berada dalam tim yang terdiri dari empat orang (dari tour operator yang berbeda). Kami didampingi oleh guide, selain kami dan tamu-tamu asing hari itu (28 Februari 2025), juga ada tim dari Balai Taman Nasional yang ikut mendaki," katanya.

Fiersa mengaku merasakan sedih bersama pendaki lainnya di Yellow Valley (YV) atas kejadian ini.

"Kaget dan sedih tapi bersama orang-orang di YV, kami menggunakan HP untuk menghubungi korban yang terjebak hingga akhirnya mereka berhasil diselamatkan oleh relawan lokal maupun internasional pada tanggal 1 Maret 2025, Alhamdulillah ketiganya selamat meskipun pernah berada dalam kondisi kritis," ujarnya.

Diketahui, 15 orang yang terdiri dari 10 pendaki dan 5 pemandu telah melaporkan naik ke Puncak Gunung Carstensz, Papua Tengah.

Dari 15 orang tersebut, dua di antaranya meninggal dunia saat mereka turun dari puncak gunung pada hari Sabtu tanggal 1 Maret 2025.

Dua pendaki yang meninggal itu disebabkan oleh kemungkinan terkena hipotermia.

Berikut adalah daftar nama 15 orang yang terdiri dari 10 pendaki dan 5 pemandu.

- Pendaki

Fiersa Besari

Indira Alaika

Furki Rahmi Syahroni

Elsa Laksono

Lilie Wijayanti Poegiono

Saroni

Ludy Hadiyanto

WNA Turki

WNA Turki

WNA Rusia

- Pemandu

Nurhuda

Alvin Perdana

Arlen Kolinug

Jeni Dainga

Ruslan

(*)

Baca berita lainnya di

Ikuti dan Bergabung di Saluran

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag: