Pada awalnya, Edwin pernah berinvestasi di saham-saham IPO, tetapi hanya satu atau dua kali saja. Dia memilih untuk menghindari saham IPO.
"Karena saham IPO tidak memiliki riwayat yang dapat diamati, sehingga lebih sulit untuk dianalisis," katanya.
Pada saat mencari saham alpha, Edwin akan mempelajari pola atau pergerakan saham yang sedang diincar. Sementara itu, saham IPO belum memiliki data historis yang dapat dianalisis.
Edwin cenderung untuk mengoleksi instrumen reksadana dengan fokus pada fixed income atau reksadana pendapatan tetap untuk menyeimbangkan portofolio.
Karena reksadana pendapatan tetap adalah kumpulan dari beberapa obligasi perusahaan atau pemerintah, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih menarik daripada membeli satu obligasi saja.
Tips investasi
Mengkaji kinerja keuangan perusahaan yang bersangkutan.
"Janganlah berinvestasi hanya karena kata orang atau mengikuti arus, tetapi perlu memahami fundamental, bisnis dan strategi perusahaan di masa depan," kata Edwin.
Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, investor telah mendapatkan kemudahan untuk memperoleh informasi lebih dalam tentang perusahaan yang terdaftar, sehingga kaya akan informasi.
Edwin menyarankan investor harus terus melihat sumber pendapatan perusahaan. Investor juga harus mengumpulkan informasi tentang bagaimana perusahaan sejenis (peers) melakukan.
"Saya harus melihat rekaman performa perusahaan minimal lima tahun yang lalu, bagaimana trennya, apakah secara konsisten mengalami peningkatan atau tidak," ujarnya.
Editor : Pimred Laksamana.id
