Hal yang menarik lainnya, rumah Abah Jajang telah diubah menjadi sebuah resor.
Terletak di samping rumah Abah Jajang, sebuah penginapan telah disediakan secara kesadaran sebagai tempat penginapan bagi para pengunjung.
Dahulu, halaman rumah Abah Jajang hanya digunakan untuk berkemah.
Namun, kini tersedia akomodasi dengan bangunan dari bahan kayu.
Penginapan tersebut terletak di samping rumah utama Abah Jajang untuk memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana bermalam dan bangun pagi hari dengan pemandangan indah Curug Citambur.
Kehadiran Abah Jajang yang semakin dikenal dan rumahnya yang memiliki penampilan baru ternyata memberikan dampak positif bagi warga sekitar.
Banyak warga desa setempat yang saat ini juga merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke rumah Abah Jajang.
Warga lokal membuka sebuah toko kecil yang menawarkan jasa guide tur dan menyewakan peralatan camping.
Dengan konsep wisata yang berbasis pada alam dan pengetahuan lokal, rumah Abah Jajang tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menghargai keindahan alam dan kehidupan sederhana.
Menurut Tribun Trends, meskipun rumah Abah Jajang sudah populer, keluarganya tetap mempertahankan konsep wisata gratis untuk siapa saja yang ingin mengunjungi tempat itu.
Editor : Pimred Laksamana.id
