Dengan perubahan benua ini, sistem navigasi, infrastruktur, dan pemetaan satelit akan memerlukan pembaruan secara teratur untuk menghindari kesalahan.
Perubahan ini dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi industri yang bergantung pada data lokasi yang akurat, seperti kendaraan otonom, pertanian presisi, dan penerbangan.
Baca juga:
Australia bergerak mendekati Indonesia
Seorang peneliti Geologi dan Kebencanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan bahwa Australia bergerak mendekati Asia, atau lebih spesifiknya menuju Indonesia, dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun.
Gerakan ini telah berlangsung lama dan terjadi karena lempeng-lempeng bumi yang bertabrakan satu sama lain.
Dua lempeng tektonik bertabrakan di wilayah Indonesia bagian tengah dan barat, menyebabkan salah satu lempeng mengalami subduksi ke bawah lempeng lainnya.
, Rabu (26/2/2025).
Sementara itu, di bagian timur Indonesia, lempeng tidak tenggelam ke dalam, melainkan bertabrakan satu sama lain. Fenomena ini telah berlangsung lama dan akan terus berlanjut seperti itu.
Daerah timur Indonesia, secara geografis, adalah bagian dari wilayah benua Australia.
"Sebenarnya asal timur itu berasal dari Australia dahulu. Jadi, istilah itu telah berpindah secara berantai ke pulau timur yang terletak di Kepulauan Indonesia. Lama-kelamaan, istilah itu telah dipinjam-pinjam dan menjadi satu antara Australia dan Indonesia," katanya.
Editor : Pimred Laksamana.id
